JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN — Persaingan Piala Madinah Van Java II Tahun 2026 di GOR Untung Suropati, Kota Pasuruan, berakhir dengan penetapan tiga juara favorit berdasarkan akumulasi perolehan medali dari seluruh kategori usia. Kejuaraan yang berlangsung 18–20 September 2026 itu diikuti 68 kontingen. Kuntu Mancilan ditetapkan sebagai Juara Favorit I, disusul Tapak Suci Jaya sebagai Juara Favorit II dan Pusaka Suci Hasbuna sebagai Juara Favorit III. Ketiganya memperoleh posisi tersebut berdasarkan akumulasi medali emas, perak, dan perunggu yang diraih atlet masing-masing kontingen.
Berdasarkan data hasil pertandingan, Kuntu Mancilan mengumpulkan 67 medali emas, 40 perak, dan 33 perunggu dengan total 140 medali. Tapak Suci Jaya mencatat 38 emas, 31 perak, dan 30 perunggu atau total 99 medali.
Sementara itu, Pusaka Suci Hasbuna mengoleksi 19 emas, 16 perak, dan lima perunggu dengan jumlah keseluruhan 40 medali. Perhitungan tersebut mencakup peserta dari kelompok usia dini hingga dewasa.
Penetapan juara favorit menjadi bagian dari sistem penghargaan yang diterapkan panitia. Mekanisme tersebut memberikan apresiasi berdasarkan capaian keseluruhan kontingen, bukan hanya hasil satu kelas atau kategori pertandingan.
Ketua Umum IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada pesilat dari berbagai kelompok usia.
“Kompetisi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman kepada atlet. Mereka bisa mengukur kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus belajar menjaga sportivitas selama pertandingan,” ujar Farid.
Menurut dia, kesinambungan kompetisi diperlukan untuk menjaga regenerasi pesilat. Atlet muda yang memperoleh pengalaman sejak dini diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat ketika memasuki jenjang pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Baha Udin selaku panitia menjelaskan, jumlah peserta yang terdata dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai 68 kontingen. Panitia kemudian menghitung akumulasi medali untuk menentukan tiga kontingen penerima penghargaan juara favorit.
“Penilaian juara favorit berdasarkan akumulasi medali emas, perak, dan perunggu dari kategori usia dini sampai dewasa. Dari hasil tersebut, Kuntu Mancilan menjadi Juara Favorit I, Tapak Suci Jaya kedua, dan Pusaka Suci Hasbuna ketiga,” kata Baha.
Ia menambahkan, penyelenggara berharap Piala Madinah Van Java III dapat kembali digelar pada 2027 dengan cakupan peserta yang lebih luas. Agenda tahunan tersebut diharapkan berkembang dari kejuaraan tingkat Jawa Timur menjadi kompetisi berskala nasional.
“Harapan kami tahun depan Piala Madinah Van Java III bisa kembali dilaksanakan dan semakin berkembang. Kami ingin event ini tidak hanya dikenal di tingkat Jawa Timur, tetapi mampu menjadi kejuaraan nasional,” ujar Baha.
Piala Madinah Van Java II pun menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi dan pembinaan pesilat. Dengan bertambahnya jumlah kontingen serta rencana pengembangan pada tahun berikutnya, penyelenggara menargetkan kejuaraan tersebut terus berlanjut sebagai agenda pencak silat tahunan. (shl)
Berdasarkan data hasil pertandingan, Kuntu Mancilan mengumpulkan 67 medali emas, 40 perak, dan 33 perunggu dengan total 140 medali. Tapak Suci Jaya mencatat 38 emas, 31 perak, dan 30 perunggu atau total 99 medali.
Sementara itu, Pusaka Suci Hasbuna mengoleksi 19 emas, 16 perak, dan lima perunggu dengan jumlah keseluruhan 40 medali. Perhitungan tersebut mencakup peserta dari kelompok usia dini hingga dewasa.
Penetapan juara favorit menjadi bagian dari sistem penghargaan yang diterapkan panitia. Mekanisme tersebut memberikan apresiasi berdasarkan capaian keseluruhan kontingen, bukan hanya hasil satu kelas atau kategori pertandingan.
Ketua Umum IPSI Kota Pasuruan H. Farid Misbah mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada pesilat dari berbagai kelompok usia.
“Kompetisi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman kepada atlet. Mereka bisa mengukur kemampuan, menambah jam terbang, sekaligus belajar menjaga sportivitas selama pertandingan,” ujar Farid.
Menurut dia, kesinambungan kompetisi diperlukan untuk menjaga regenerasi pesilat. Atlet muda yang memperoleh pengalaman sejak dini diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat ketika memasuki jenjang pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Baha Udin selaku panitia menjelaskan, jumlah peserta yang terdata dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai 68 kontingen. Panitia kemudian menghitung akumulasi medali untuk menentukan tiga kontingen penerima penghargaan juara favorit.
“Penilaian juara favorit berdasarkan akumulasi medali emas, perak, dan perunggu dari kategori usia dini sampai dewasa. Dari hasil tersebut, Kuntu Mancilan menjadi Juara Favorit I, Tapak Suci Jaya kedua, dan Pusaka Suci Hasbuna ketiga,” kata Baha.
Ia menambahkan, penyelenggara berharap Piala Madinah Van Java III dapat kembali digelar pada 2027 dengan cakupan peserta yang lebih luas. Agenda tahunan tersebut diharapkan berkembang dari kejuaraan tingkat Jawa Timur menjadi kompetisi berskala nasional.
“Harapan kami tahun depan Piala Madinah Van Java III bisa kembali dilaksanakan dan semakin berkembang. Kami ingin event ini tidak hanya dikenal di tingkat Jawa Timur, tetapi mampu menjadi kejuaraan nasional,” ujar Baha.
Piala Madinah Van Java II pun menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi dan pembinaan pesilat. Dengan bertambahnya jumlah kontingen serta rencana pengembangan pada tahun berikutnya, penyelenggara menargetkan kejuaraan tersebut terus berlanjut sebagai agenda pencak silat tahunan. (shl)