JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Perjalanan tim sepak bola jurnalis Sparta Pena FC di ajang Turnamen Mini Soccer U-40 Kapolres Madiun Cup 2026 harus berakhir tanpa podium. Tim yang dihuni para awak media itu gagal merebut posisi ketiga usai kalah 2-4 dari tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun dalam laga perebutan tempat ketiga di Lapangan Tri Brata Polres Madiun, Senin (22/6/2026).
Sparta Pena FC langsung dikejutkan gol cepat lawan hanya beberapa detik setelah kick off babak pertama dimulai. Kelengahan kiper Rhindu Dwi Kartiko saat mengantisipasi bola berujung gol pembuka bagi Dikbud, yang membuat ritme permainan tim jurnalis berubah.
Tekanan terus dilancarkan tim Dikbud yang diperkuat mayoritas guru olahraga. Memanfaatkan lemahnya koordinasi lini belakang Sparta Pena FC, lawan sukses menambah dua gol lagi dan menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Memasuki babak kedua, Sparta Pena FC bangkit dan mencoba mengejar ketertinggalan. Striker andalan Gatot Setiaki tampil impresif dengan mencetak dua gol balasan melalui penyelesaian matang yang sempat membuka peluang kebangkitan.
Namun, upaya menyamakan kedudukan gagal terwujud setelah Dikbud kembali mencetak gol lewat serangan balik cepat di penghujung laga. Skor 4-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Striker Sparta Pena FC yang juga Direktur Radar Madiun, Ockta Prana, mengatakan timnya sudah tampil maksimal sepanjang turnamen meski gagal membawa pulang posisi ketiga.
“Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk berlatih lebih keras agar lebih solid di turnamen berikutnya,” ujar Ockta.
Menurut dia, turnamen tersebut bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga menjadi ruang mempererat sinergi antara media, kepolisian, dan instansi pemerintahan di Kabupaten Madiun.
Sementara itu, Manajer Sparta Pena FC, Wiwit Eko Prasetyo, menilai finis di posisi keempat tetap menjadi pencapaian positif mengingat tim baru terbentuk tiga hari sebelum kompetisi dimulai.
“Bisa sampai empat besar sudah menjadi hasil yang baik. Faktor kelelahan dan absennya beberapa pemain cukup memengaruhi performa tim,” katanya.
Wiwit juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara, selaku penggagas turnamen, dan berharap kompetisi serupa bisa digelar rutin setiap tahun.
Senada, pelatih Sparta Pena FC yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Madiun Raya, Jumali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemain, official, dan supporter atas perjuangan dan loyalitas selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, perjalanan Sparta Pena FC bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan, perjuangan, dan persaudaraan yang semakin kuat di setiap pertandingan.
“Sparta Pena FC telah membuktikan arti kekompakan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. Perjalanan ini akan menjadi fondasi untuk melangkah lebih kuat ke depan,” ujarnya. (jum).