JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Aksi perusakan kebun kopi milik PTPN I Regional V di kawasan Ijen, Bondowoso, kian tak terbendung. Dalam waktu kurang dari satu pekan, puluhan ribu pohon kopi kembali dibabat orang tidak dikenal (OTK), menandai eskalasi konflik yang belum menemukan titik akhir.
Terbaru, sebanyak 17.499 pohon kopi ditebang secara brutal di Afdeling Kalisengon, Kecamatan Sempol, pada Jumat (19/12/) kemarin.
Aksi perusakan ini dilakukan di sejumlah titik dengan luasan mencapai puluhan hektare, diduga menggunakan mesin senso. Peristiwa tersebut memperpanjang daftar kerusakan kebun negara yang terus berulang dari waktu ke waktu.
Corporate Secretary PTPN I Regional V, R I Setyobudi, menyampaikan bahwa pengrusakan kembali terjadi di beberapa lokasi dengan luasan mencapai puluhan hektare.
" Ada beberapa lokasi yang dirusak, dengan luasan mencapai puluhan hektar," ujarnya.
Ia merinci, kawasan yang mengalami pengrusakan antara lain berada di Blok Proyek I Tahun Tanam 1985 seluas 3,50 hektare dengan populasi sekitar 1.850 pohon kopi.
Selain itu, pengrusakan dalam skala besar juga terjadi di Blok KPU Tahun Tanam 2020 seluas 8,60 hektare dengan jumlah populasi mencapai 9.769 pohon kopi. Sementara itu, di Blok AG Tahun Tanam 2017 seluas 6,00 hektare, tercatat sebanyak 5.880 pohon kopi turut ditebang.
" Yang dirusak tidak hanya pohon kopi. Pada Senin (16/12) kemarin, pohon sengon di lahan PTPN I juga ditebang," ungkap Setyobudi.
Ia juga mengungkapkan bahwa petugas kebun mengalami kesulitan untuk masuk ke area perkebunan di kawasan Kalisengon dan Kaligedang, lantaran akses jalan ditutup atau dipasang portal kayu oleh oknum warga Desa Kaligedang.
Rentetan perusakan tersebut bukan peristiwa tunggal. Catatan PTPN I menunjukkan pola berulang sejak September 2023, ketika 716 pohon kopi dirusak.
Aksi serupa kembali terjadi pada Maret 2025 dengan 1.152 pohon ditebang, disusul Oktober 2025 sebanyak 6.661 pohon kopi dirusak dengan estimasi kerugian mencapai Rp400 juta.
Bahkan, pada 5 November 2025, tercatat pengrusakan terbesar dengan 20.190 pohon kopi ditebang di lahan HGU PTPN I Regional V.
Situasi ini berdampak serius pada stabilitas keamanan kawasan. Ketegangan antara warga dan aparat pengamanan perkebunan beberapa kali memuncak.
Ironisnya, dalam kurun kurang dari satu bulan, lebih dari 31 ribu pohon kopi kembali dirusak dalam rangkaian aksi beruntun pada 13–15 Desember 2025.
Hingga kini, aksi kriminal tersebut terus berulang dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan kebun negara serta lemahnya perlindungan aset PTPN I di kawasan Ijen.(Eko)