JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan BPOM Jember menggelar Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bagi Industri Rumah Tangga (CPPOB-IRT) di Hotel Ijen View Bondowoso, Kamis (18/06/2026).
Kegiatan yang diikuti 80 pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRT) tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Dr. M. Jasin. Hadir pula narasumber dari BPOM Jember yang memberikan materi mengenai standar keamanan pangan dan tata cara produksi yang sesuai ketentuan.
Dalam sambutannya, Jasin mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas produk pangan olahan yang diproduksi masyarakat sekaligus menjamin keamanan pangan bagi konsumen.
Menurutnya, para pelaku usaha memiliki peran penting dalam menyediakan pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha perlu terus dilakukan.
" Hari ini kita memberikan pengetahuan dan skill kepada para pengusaha bagaimana memproduksi pangan yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat," kata Jasin.
Peserta mendapatkan materi mulai dari penataan lokasi usaha dan lingkungan produksi yang memenuhi standar kesehatan, bangunan yang layak digunakan untuk pengolahan pangan, hingga penggunaan peralatan produksi yang sesuai.
Selain itu, narasumber juga memberikan pemahaman mengenai pemilihan bahan baku yang aman, pemeliharaan peralatan pascaproduksi, serta tata cara pelabelan produk yang benar sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam bimtek tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai pencegahan berbagai bentuk pencemaran pangan, baik pencemaran fisik, kimiawi maupun biologis yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Jasin menjelaskan bahwa pencemaran biologis seperti bakteri umumnya menimbulkan dampak yang cepat dirasakan, misalnya gangguan pencernaan atau keracunan makanan.
Sementara itu, pencemaran kimia akibat penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dapat menimbulkan dampak kesehatan dalam jangka panjang meskipun tidak langsung dirasakan setelah dikonsumsi.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, seluruh peserta diberikan instrumen penilaian mandiri berupa checklist yang harus diisi berdasarkan kondisi usaha masing-masing. Hasil penilaian tersebut akan direview oleh Dinas Kesehatan Bondowoso.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap para pelaku usaha tidak hanya memahami teori yang diberikan, tetapi juga menerapkannya dalam proses produksi sehari-hari.
" Pemerintah daerah juga siap melakukan pendampingan lanjutan, termasuk membantu perbaikan standar produksi hingga proses perizinan usaha agar produk pangan olahan Bondowoso semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasaran, " Pungkasnya. (Eko)