JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Libur sekolah selama sepekan tak membuat aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2 ikut berhenti. Meski pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah ditiadakan sementara, dapur SPPG tetap beroperasi untuk melayani kelompok B3 di wilayah Kademangan.

Sebanyak 160 penerima manfaat dari kategori kelompok 3B, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap mendapatkan layanan pemenuhan gizi. 

Distribusi dilakukan melalui sejumlah posyandu yang tersebar di wilayah Kademangan, yang kegiatannya tetap berjalan penuh meski sekolah sedang libur.

Para relawan dapur pun tetap menjalankan rutinitas seperti biasa. Sejak pagi, proses persiapan bahan, pengolahan makanan, hingga pengemasan dilakukan dengan standar operasional yang telah ditetapkan, demi memastikan kualitas dan kebersihan tetap terjaga.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi para relawan, karena meskipun tidak ada distribusi ke sekolah, mereka tetap bisa bekerja dan memperoleh penghasilan. Aktivitas dapur yang terus berjalan menjadi bukti bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kelompok rentan lainnya.

Salah satu relawan dapur SPPG Kademangan 2, Khusnul Hotimah (37), mengaku bersyukur dapur tetap beroperasi selama libur sekolah. Menurutnya, keberlanjutan layanan untuk kelompok 3B sangat berarti, baik bagi penerima manfaat maupun bagi para relawan.

" Alhamdulillah meskipun sekolah libur, kami para relawan dapur SPPG Kademangan 2 masih tetap bisa bekerja dan tetap mendapat penghasilan. Posyandu juga tetap full, jadi pelayanan untuk 3B terus berjalan," Katanya, KAMIS (19/02/2026). 

Ia juga menuturkan bahwa bekerja di dapur SPPG memberikan rasa bangga tersendiri karena bisa ikut berkontribusi dalam menjaga asupan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

" Kami merasa pekerjaan ini sangat bermanfaat. Selain membantu ekonomi keluarga, kami juga ikut berperan dalam mendukung kesehatan generasi ke depan," Ungkapnya.

Ia menambahkan, para relawan tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam bekerja. Baginya, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya ibu dan balita.

" Selama masa libur sekolah, fokus distribusi memang dialihkan sepenuhnya pada kelompok 3B. ini sekaligus menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan SPPG dalam menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan di lapangan, " Pungkasnya. 

Kegiatan di posyandu yang tetap berjalan normal menjadi faktor utama keberlanjutan distribusi tersebut. Dengan jumlah 160 penerima manfaat, dapur SPPG Kademangan 2 memastikan setiap paket makanan bergizi tersalurkan tepat sasaran dan tepat waktu.(Eko)