JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan (Dispertakan) mengoptimalkan penggunaan aplikasi SIMPOHON (Sistem Monitoring Program Unggulan Satu Rumah Satu Pohon) untuk memastikan pelaksanaan program penghijauan berbasis rumah tangga berjalan terdata, terpantau, dan berkelanjutan.

Melalui aplikasi tersebut, Dispertakan Kabupaten Madiun berupaya meningkatkan akurasi pelaporan sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan pohon produktif yang ditanam masyarakat dalam program unggulan Bupati Madiun Hari Wuryanto.

Upaya itu dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi SIMPOHON yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, di ruang pertemuan dinas setempat.

Kegiatan dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun Didik Harianto. Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Ndaru Kendaryanto, Sekretaris Dinas Raswiyanto, serta narasumber dari tim teknologi informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Siswanto dan Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian (Kapertim) Kabupaten Madiun Bambang Rian Winarso.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Ndaru Kendaryanto mengatakan, pihaknya mendukung penuh program Gerakan Satu Rumah Satu Pohon yang dicanangkan Bupati Madiun Hari Wuryanto. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Melalui gerakan ini, kami mendorong masyarakat menanam dan merawat pohon buah produktif di lingkungan rumah. Harapannya, tanaman tersebut tidak hanya mendukung penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan pangan bagi keluarga,” ujar Ndaru.

Operator desa dan PPL dari wilayah Kecamatan Kare, Kebonsari, Mejayan, Wungu mengikuti Bimtek, Rabu (28/10/2026).

Dalam program tersebut, masyarakat dianjurkan menanam sedikitnya satu pohon buah produktif di setiap rumah tangga. Jenis tanaman yang menjadi pilihan antara lain alpukat, termasuk varietas Mega Avocado atau Kelud, serta mangga yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan lingkungan setempat.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga menyalurkan bibit pohon produktif secara bertahap melalui Dinas Pertanian dan Perikanan kepada kelompok tani dan desa di 15 kecamatan. Pelaksanaannya turut disinergikan dengan pemerintah desa melalui dukungan penganggaran sesuai ketentuan dalam APBDes.

Untuk mendukung pelaksanaan program, aplikasi SIMPOHON digunakan sebagai sarana pencatatan dan pemantauan data. Melalui bimbingan teknis ini, petugas kecamatan, operator desa, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dibekali pemahaman mengenai penginputan data, pemetaan penanaman, serta proses verifikasi dan sinkronisasi data dengan kondisi di lapangan.

Tim IT Dinas Kominfo Kabupaten Madiun memberikan pendampingan teknis penggunaan aplikasi, sedangkan Bambang Rian Winarso memberikan penguatan terkait peran penyuluh dalam validasi dan pemantauan pelaksanaan program.

Peserta dibagi dalam beberapa sesi yang mencakup seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun. Pembagian tersebut dilakukan agar petugas yang menangani program dapat mengikuti praktik penggunaan aplikasi dan memahami mekanisme pelaporan secara lebih terarah.

Pemantauan program tidak hanya berfokus pada jumlah bibit yang disalurkan atau pohon yang ditanam. Pemerintah juga perlu memastikan tanaman tumbuh sehat, terawat, dan mampu menghasilkan buah. Karena itu, pendataan melalui SIMPOHON diharapkan dapat mendukung evaluasi sekaligus membantu mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan program.

Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun mendorong pengelolaan Gerakan Satu Rumah Satu Pohon yang lebih tertib dan terukur. Dengan dukungan petugas kecamatan, pemerintah desa, PPL, dan masyarakat, program ini diharapkan tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi berkembang menjadi gerakan penghijauan berkelanjutan yang memberi manfaat bagi ketahanan pangan, gizi, lingkungan, dan perekonomian keluarga. (jum).