JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sambutan positif dari siswa di Kabupaten Madiun. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program tersebut dinilai mampu menambah semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, program MBG diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Untuk itu, pelaksanaannya perlu dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan para penerima.

Hal tersebut disampaikan Hari Wuryanto saat meninjau penyaluran MBG di SDN Sidomulyo 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Rabu (14/10/2026). Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersahaja) yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026.

“Alhamdulillah, MBG berjalan dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa membantu anak-anak kami meningkatkan gizi, kemudian meningkatkan semangat mereka untuk selalu belajar,” kata Hari Wur.

Ia menegaskan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait kebersihan dan keamanan makanan. Pemerintah Kabupaten Madiun juga membentuk tim pengawasan yang dikoordinasikan Sekretaris Daerah dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan.

Hari Wur mengingatkan kepala SPPG agar bertanggung jawab memastikan setiap tahapan penyediaan makanan memenuhi ketentuan yang berlaku. Ia bahkan meminta penutupan SPPG apabila pengelola tidak bersedia menjalankan aturan tersebut.

“Pokoknya kami selalu menekankan kepada teman-teman SPPG, khususnya kepala SPPG, untuk menaati SOP yang sudah ditetapkan. Kalau tidak mau menjalankan ketentuan itu, tutup saja SPPG-nya,” tegasnya.

Selain menyasar siswa sekolah, Pemkab Madiun juga mendorong optimalisasi MBG bagi kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD/TK. Perluasan penerima manfaat ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Menurutnya, pendataan kelompok B3 masih perlu ditindaklanjuti agar penyaluran bantuan gizi dapat menjangkau sasaran secara tepat.

Sementara itu, Kepala SDN Sidomulyo 02 Ciptaningrum mengatakan, penyaluran MBG di sekolahnya berjalan lancar. Makanan biasanya tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan dikonsumsi siswa pada pukul 09.20–09.30 WIB.

“Alhamdulillah, distribusinya sangat lancar. Menunya juga bervariasi dan anak-anak suka. Sampai saat ini juga aman,” ujar Ris Ciptaningrum.

Ia menyebutkan, sebanyak 84 siswa di SDN Sidomulyo 02 menjadi penerima manfaat program tersebut. Pihak sekolah berharap MBG terus berlanjut dengan pilihan menu yang lebih beragam, termasuk susu yang disukai anak-anak.

Antusiasme serupa disampaikan Viona Anindya Kristama Putri, siswa kelas V SDN Sidomulyo 02. Ia mengaku selalu menantikan pembagian makanan karena menu yang disajikan bervariasi dan rasanya disukai siswa.

Viona mengatakan selalu menghabiskan makanan yang diterimanya. Namun, ia berharap nasi tetap tersedia dalam menu MBG, termasuk pada hari Jumat ketika sekolah menerima makanan kering, seperti roti.

“Harapannya MBG diteruskan, menunya enak-enak. Terima kasih, Pak Prabowo,” tutur Viona. (jum).