JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Pemerintah Kota Madiun melalui Tim Penggerak PKK Kota Madiun menggelar lomba Cipta Kreasi jajanan khas berbasis pangan lokal di Balai Kota Madiun, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menggali potensi kuliner lokal sekaligus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk agar lebih kompetitif.
Sebanyak 54 peserta dari 27 kelurahan ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Masing-masing kelurahan mengirimkan dua perwakilan terbaik untuk menampilkan beragam inovasi kuliner berbahan dasar pangan lokal.
Aneka sajian yang ditampilkan mulai dari kue tradisional hingga olahan singkong dan ubi yang dikreasikan menjadi kudapan modern. Selain cita rasa, peserta juga dituntut menghadirkan penyajian yang menarik, higienis, dan inovatif.
Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, salah satunya Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Aspek yang dinilai meliputi kreativitas, inovasi, cita rasa, penyajian, kebersihan, hingga potensi produk untuk dikembangkan menjadi usaha mikro kecil dan menengah.
Arumi Bachsin mengatakan, lomba ini menunjukkan keseriusan peserta dari masing-masing kelurahan dalam menggali potensi pangan lokal. Menurut dia, inovasi menjadi poin penting, terutama jika produk yang dihasilkan memiliki keunikan dan memanfaatkan bahan baku asli dari wilayah masing-masing.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan kegiatan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan keterampilan pelaku UMKM agar mampu naik kelas.
Menurutnya, produk terbaik hasil lomba nantinya akan mendapatkan pendampingan khusus, mulai dari penyempurnaan produk, pengemasan, pengurusan legalitas, hak kekayaan intelektual, hingga pemasaran.
“Wisata Kota Madiun harus naik kelas, termasuk UMKM-nya. Karena itu, pemenang nanti akan kami dampingi dan diberi pelatihan khusus agar memenuhi standar,” ujarnya.
Melalui lomba ini, Pemkot Madiun berharap lahir produk-produk kuliner unggulan dari setiap kelurahan yang dapat berkembang menjadi identitas khas Kota Madiun sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. (jum).