JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, meninjau sejumlah potensi daerah sekaligus menjalin komunikasi dengan perguruan pencak silat di Kota Madiun, Jum'at (17/4/2026).

Dalam agenda tersebut, Bagus Panuntun mengawali kegiatan dengan meninjau kawasan Pilangbango yang dinilai memiliki potensi wisata religi, khususnya di area Makam Pilangbango.

“Dari hasil kajian kelurahan dan teman-teman pariwisata, Makam Pilangbango sekarang menjadi tujuan masyarakat untuk berziarah. Ini akan kami komunikasikan agar ke depan tempatnya lebih representatif,” ujar Bagus Panuntun.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun juga berencana melakukan pembenahan infrastruktur penunjang, termasuk akses jalan menuju lokasi tersebut.

“Beberapa ruas jalan akan kita benahi, termasuk aksesibilitas menuju kawasan itu agar lebih nyaman bagi pengunjung,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan wisata, Bagus juga melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan pencak silat di Kota Madiun. Dalam sehari, ia mengunjungi empat perguruan, yakni Perisai Diri, Persinas ASAD, Tapak Suci, dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan menggali potensi pencak silat sebagai aset budaya Kota Madiun yang dikenal sebagai “Kota Pendekar”.

“Pencak silat merupakan aset terbesar Kota Madiun dan sudah menjadi identitas yang melekat. Potensi ini harus kita optimalkan,” katanya.

Ia menyebut, Pemkot Madiun tengah menggagas konsep pengemasan pencak silat sebagai bagian dari atraksi budaya yang mampu menarik wisatawan, seperti halnya tarian tradisional di daerah lain.

“Saya ingin pencak silat di Madiun bisa dikemas seperti budaya di daerah lain, misalnya di Bali dengan Tari Kecak, yang menjadi daya tarik wisatawan,” ujarnya.

Menurut dia, kunjungan ke padepokan pencak silat tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menyerap aspirasi dan masukan dari para perguruan.

Pemkot Madiun, lanjut Bagus, berencana memasukkan kegiatan pencak silat ke dalam agenda resmi Hari Jadi Kota Madiun. Sejumlah konsep tengah dikaji, mulai dari kirab budaya hingga pertunjukan akbar.

“Ini masih kami bahas dan komunikasikan. Harapannya, pencak silat bisa terus hidup dan berkembang besar di kota kelahirannya,” ucapnya.

Bagus Panuntun menambahkan, kunjungan ke perguruan pencak silat akan terus dilanjutkan pada pekan depan agar seluruh perguruan, khususnya yang memiliki padepokan di Kota Madiun, dapat terlibat dalam pengembangan budaya tersebut. (jum).