JATIMPOS.CO/MOJOKERTO – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, mengunjungi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Lengkong, Kabupaten Mojokerto, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi penguatan koperasi desa, khususnya dalam menjamin keamanan produk sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan masyarakat.
Kunjungan ini juga mencatatkan KDKMP Lengkong sebagai koperasi desa pertama yang mendapat peninjauan langsung dari Kepala BPOM RI.
Dalam agenda tersebut, Taruna Ikrar melihat secara langsung berbagai produk obat dan makanan yang dipasarkan melalui fasilitas koperasi. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keamanan, mutu, serta legalitas sesuai regulasi yang berlaku.
Tak hanya berfokus pada pengawasan produk, BPOM juga menyatakan kesiapannya memberikan pendampingan kepada KDKMP dalam memenuhi kebutuhan perizinan dan sertifikasi sarana. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu koperasi mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Taruna Ikrar menjelaskan, pengawasan pangan merupakan salah satu tugas BPOM sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, BPOM siap memberikan dukungan agar pengembangan KDKMP berjalan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek perizinan dan sertifikasi.
“Telah jelas pada Undang-Undang Pangan, BPOM punya tugas dalam pengawasan pangan. BPOM siap mendampingi KDKMP secara penuh untuk urusan perizinan maupun sertifikasi sarana,” ujar Taruna Ikrar saat melakukan peninjauan.
Pendampingan tersebut diharapkan membuka peluang bagi KDKMP untuk mengembangkan layanan yang lebih luas, termasuk memenuhi persyaratan perizinan apabila hendak menghadirkan fasilitas apotek maupun klinik sesuai ketentuan yang berlaku.
Sinergi antara BPOM dan pengelola koperasi desa dinilai penting agar penguatan ekonomi masyarakat berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen. Melalui pendampingan tersebut, koperasi diharapkan mampu meningkatkan standar pengelolaan usaha serta memberikan akses terhadap produk obat dan makanan yang aman dan bermutu.
Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi pengembangan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang profesional, memenuhi standar regulasi, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat setempat. (din)