JATIMPOS.CO//MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di kawasan permukiman. Salah satu proyek yang kini dikerjakan yakni pembangunan drainase lingkungan di Desa Modongan, Kecamatan Sooko.
Pembangunan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari program pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Hj. Yuni Laili Faizah, S.T., M.E., melalui Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Prasarana Permukiman Yayan Ernes Yosanto, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan drainase ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan fungsi saluran air di lingkungan masyarakat.

Papan nama kegiatan proyek Drainase
Menurutnya, keberadaan saluran yang memadai diharapkan mampu memperlancar aliran air sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman. Dampaknya diharapkan turut mendukung kelancaran kegiatan sosial dan perekonomian warga.
“Pembangunan drainase ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar masyarakat. Kami berharap saluran yang dibangun dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat,” kata Yayan, Rabu (9/9/2026).
Proyek tersebut tercatat dalam kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase yang Terhubung Langsung dengan Sungai dalam Daerah Kabupaten/Kota, dengan subkegiatan berupa pembangunan sistem drainase lingkungan.
Adapun pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan saluran U sepanjang 549,60 meter dan gorong-gorong kotak sepanjang 33,60 meter.
Pembangunan drainase tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp864.739.285, yang bersumber dari APBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pekerjaan dikerjakan oleh CV Insan Makmur dengan durasi kontrak selama 120 hari kalender.
Pekerjaan dimulai sejak 31 Juli 2026 dan dijadwalkan rampung pada 27 November 2026.
Yayan menegaskan, pembangunan drainase bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami, ketika pekerjaan selesai, fungsi drainase bisa berjalan optimal sehingga memberikan rasa nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat, baik dalam kehidupan sosial maupun kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Dinas PUPR memastikan pembangunan infrastruktur dasar terus dilakukan secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan permukiman sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto. (din)