JATIMPOS. CO/ MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai pelaksanaan sembilan paket pekerjaan rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi yang didanai dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Seluruh proyek tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan setelah proses penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa rampung.
Total anggaran yang dialokasikan untuk sembilan paket pekerjaan itu mencapai Rp5,45 miliar. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sumber daya air guna menunjang produktivitas sektor pertanian.
Melalui proyek tersebut, sistem irigasi yang dibangun dan direhabilitasi ditargetkan mampu melayani lahan pertanian seluas 324,82 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, S.T., M.E., melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Rois Arif Budiman, mengatakan seluruh paket pekerjaan kini siap dikerjakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Seluruh paket pekerjaan telah selesai berkontrak dan siap dilaksanakan. Kami berharap pelaksanaannya berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani," ujar Rois, Selasa (30/6/2026).
Adapun sembilan paket tersebut meliputi peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II, Jaringan Irigasi Desa Pekuwon, rehabilitasi Jaringan Irigasi D1 Turi, peningkatan Jaringan Irigasi Sumber Punggul, rehabilitasi Bendung Urung-Urang II, rehabilitasi Bendung Jatidukuh, peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II, peningkatan Bendung Sai II, serta rehabilitasi Pintu Air Bendung Tambaksari.
Menurut Rois, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian. Distribusi air yang lancar akan membantu petani memenuhi kebutuhan irigasi, terutama saat memasuki musim kemarau.
"Jaringan irigasi yang baik akan memastikan pasokan air lebih merata sehingga lahan pertanian tetap memperoleh kebutuhan air secara optimal," jelasnya.
Tak hanya meningkatkan layanan pengairan, rehabilitasi bendung dan saluran irigasi juga diharapkan mampu meminimalkan kerusakan infrastruktur akibat aliran air yang tidak terkendali. Dengan kondisi jaringan yang lebih baik, risiko genangan maupun banjir di kawasan pertanian dapat ditekan.
Pemkab Mojokerto menargetkan seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi. Melalui penguatan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan, pemerintah berharap produktivitas pertanian terus meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kokoh, serta kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto ikut terdongkrak. (din)