Colors: Purple Color

JATIMPOS.CO/PROBOLINGGO - Keberadaan wartawan mingguan di Probolinggo baik kota maupun kabupaten, hingga saat ini masih menunjukkan eksistensinya, termasuk menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah melalui berbagai tampilan pemberitaan pembangunan.

JATIMPOS.CO//SAMPANG-Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang,menggelar Kegiatan Pekan Olahraga (POR) sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) tingkat Kabupaten Sampang tahun 2019, selama 2 hari di Gedung olah Raga (GOR) Indor Sampang.

JATIMPOS.CO//LAMONGAN - Menjadikan lingkungan sekolah sebagai wadah pembentukan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas, Kapolsek Sarirejo, IPTU Moch Sokep, S.H., hadir langsung memimpin sekaligus memberikan amanat pada Upacara Bendera Hari Senin di MTs Al Irsyadiah, Desa Dermolemahbang, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Senin (26/10/2026).

JATIMPOS.CO/TUBAN – Wahidah Faizatin mendapat mandat memimpin Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tuban setelah memenangi Konferensi Cabang (Konfercab) XII di Kampus IIK NU Tuban, Minggu (25/10/2026). Ia meraih 319 suara dari total 443 suara yang tercatat dalam pemilihan ketua organisasi perempuan muda NU tersebut.

JATIMPOS.CO/TUBAN – Dukungan terhadap Wahidah Faizatin, bakal calon Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tuban, terus mengalir menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) XII yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di Kampus IIK NU Tuban.

Sejumlah kader menilai perempuan yang akrab disapa Titin tersebut memiliki pengalaman organisasi, kapasitas kepemimpinan, serta visi yang relevan untuk menjawab tantangan Fatayat NU ke depan.

Sekretaris PAC Fatayat NU Singgahan, Minarsih, menilai Titin memiliki pemahaman terhadap kebutuhan organisasi mulai tingkat ranting hingga cabang, termasuk menghadapi tantangan di era digital.

“Sahabati Titin merupakan kader yang tumbuh melalui proses kaderisasi panjang. Beliau memahami kebutuhan ranting dan PAC, sekaligus tantangan organisasi di era digital. Kami melihat beliau mampu menjembatani tradisi dan inovasi,” ujar Minarsih, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pengalaman Titin di sejumlah organisasi menjadi modal penting untuk memimpin PC Fatayat NU Kabupaten Tuban. Rekam jejak mulai dari IPPNU, PMII, hingga kepemimpinan di tingkat PAC dinilai memberinya pemahaman mengenai kaderisasi dan penguatan organisasi.

“Tidak semua calon memiliki rekam jejak mulai dari IPPNU, PMII, hingga memimpin PAC Fatayat NU. Sahabati Titin telah melalui proses tersebut. Beliau memahami bagaimana membangun kader dan menggerakkan organisasi dari bawah,” katanya.

Dukungan serupa disampaikan Ketua PAC Fatayat NU Grabagan, Usnul Qoimah. Ia berharap Fatayat NU Tuban mampu berkembang menjadi organisasi perempuan yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai ke-NU-an.

“Kami ingin Fatayat NU Tuban menjadi organisasi perempuan yang modern, profesional, dan dekat dengan generasi muda. Visi transformasi digital yang dibawa Sahabati Titin relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujarnya.

Usnul menilai Konfercab XII menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, inovasi perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Konfercab kali ini merupakan momentum perubahan. Kami membutuhkan pemimpin yang berani berinovasi, tetapi tetap mengakar pada nilai-nilai Aswaja. Sosok itu kami lihat ada pada Sahabati Titin,” tambahnya.

Dukungan sejumlah kader tersebut mencerminkan harapan terhadap kepemimpinan Fatayat NU Tuban yang mampu memperkuat kaderisasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta meningkatkan kontribusi organisasi bagi perempuan dan masyarakat.

Dengan pengalaman organisasi dan visi “Bersinergi dalam Kaderisasi, Mendorong Transformasi Digital Organisasi”, Wahidah Faizatin menawarkan gagasan penguatan kaderisasi sekaligus pembaruan tata kelola organisasi.

Tokoh perempuan yang juga Ketua TP PKK Desa Sugihan, Wahidatul Nikmah, turut menyampaikan dukungannya. Ia menilai kepemimpinan mendatang perlu mampu menjawab kebutuhan kader sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas organisasi.

Menurutnya memilih pemimpin bukan sekadar menentukan siapa yang memimpin hari ini, tetapi juga menentukan arah Fatayat NU Tuban pada masa depan. Kaderisasi yang kuat, perubahan yang terukur, dan organisasi yang lebih modern menjadi kebutuhan. 

"Kami melihat Sahabati Wahidah Faizatin memiliki potensi untuk menjawab harapan tersebut,” pungkasnya. (min)