JATIMPOS.CO//SURABAYA – Rencana pembukaan koridor baru TransJatim yang menghubungkan Sidoarjo–Pasuruan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. DPRD Jawa Timur meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim mematangkan kajian dan persiapan operasionalnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, menilai penambahan koridor tersebut perlu dipersiapkan secara menyeluruh agar tidak memunculkan persoalan saat layanan mulai beroperasi.

“Prinsipnya saya meyakini Dishub sudah memiliki kajian untuk trayek Sidoarjo–Pasuruan. Hanya saja perlu pendalaman supaya tidak ada hal-hal yang kemudian tidak kita inginkan muncul seperti kondisi yang ada di Koridor 2 Malang,” ujar Khusnul Arif saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem yang akrab disapa Mas Pipin itu menjelaskan, wilayah Sidoarjo–Pasuruan memiliki dinamika angkutan umum lokal yang perlu diperhitungkan dalam penataan rute.

Menurutnya, persiapan yang matang diperlukan agar proses transisi penataan trayek berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan di lapangan.

Dari sisi anggaran, Khusnul menilai kemampuan fiskal Jatim masih mencukupi untuk mendukung operasional seluruh koridor TransJatim, termasuk rencana penambahan layanan Sidoarjo–Pasuruan.

Ia menyebut kebutuhan anggaran operasional seluruh koridor aglomerasi diperkirakan mencapai Rp283 miliar. Anggaran tersebut telah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.

“Kalau kita mengoperasikan penuh TransJatim termasuk Malang Raya Koridor 1, Koridor 2, plus ada potensi nanti Koridor 8 Sidoarjo–Pasuruan, itu anggarannya Rp283 miliar. Dan ini anggaran yang sudah diusulkan di KUA-PPAS 2027, apakah nutut? Saya rasa masih cukup,” ujarnya.

Selain mempersiapkan koridor Sidoarjo–Pasuruan, Komisi D DPRD Jatim juga mengawal persiapan peluncuran layanan TransJatim Koridor Malang Raya yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2026.

“Saat ini kita masih menyisakan persiapan untuk koridor Malang. Kalau tidak ada perubahan dan insyaallah ini tetap, akan launching tanggal 30 Oktober ini,” pungkas Khusnul.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pembukaan koridor baru TransJatim yang menghubungkan Sidoarjo dan Pasuruan. Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menjelaskan layanan tersebut disiapkan untuk mempermudah akses transportasi yang murah dan aman bagi buruh di kawasan industri. (zen)