JATIMPOS.CO/SURABAYA — Menjelang Hari Raya Iduladha, kewaspadaan terhadap kesehatan hewan kurban menjadi perhatian. Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong pemerintah daerah memperketat pengawasan serta meningkatkan pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Erma meminta Dinas Peternakan aktif melakukan monitoring di lapangan serta langkah antisipatif, termasuk karantina kandang untuk membatasi keluar-masuk orang yang berpotensi membawa virus.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kandang perlu dijaga ketat, lalu lintas orang dibatasi, dan hewan yang terindikasi segera mendapatkan penanganan, termasuk pengobatan dan pemberian nutrisi yang baik,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim itu juga menekankan pentingnya edukasi kepada peternak. Jika ditemukan gejala penyakit, peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan.
Selain itu, Erma mengingatkan setiap hewan yang akan dijual atau dipindahkan harus mendapatkan registrasi dari tenaga kesehatan hewan dan dipastikan bebas PMK.
Ia juga mendorong penjualan hewan kurban dilakukan langsung dari kandang untuk meminimalkan risiko penularan.
“Pengawasan lalu lintas ternak harus diperketat. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari dinas, peternak, hingga aparat terkait agar prosedur kesehatan benar-benar dijalankan,” tegasnya.
Dia menambahkan, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat wabah menyebar. (zen)
