JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Ribuan warga memadati Pahlawan Business Center (PBC), Sabtu (20/6/2026) malam, dalam gelaran “Madiun Bersholawat dan Kenduri Akbar” yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.

Acara religius yang menghadirkan 40 kiai se-Kota Madiun itu menjadi momentum melangitkan doa untuk mewujudkan Kota Madiun sebagai kota pendekar yang berkilau, sejahtera, gemilang, dan mendunia.

Suasana khidmat terasa saat ribuan jamaah mengikuti istighosah bersama yang dipandu oleh KH. Soleh Marzuki, KH. Rohmanuddin dan KH. Mas’ud Yahya. Doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menyampaikan apresiasi kepada seluruh ulama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat yang hadir.

“Saya mewakili Pemerintah Kota Madiun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir malam ini. Tahun ini saya sengaja mengajak 40 ulama Kota Madiun untuk bersama-sama mendoakan Kota Madiun,” ujar Bagus Panuntun.

Menurut dia, kehadiran puluhan ulama dalam acara tersebut bukan tanpa alasan. Bagus Panuntun menilai para kiai selama puluhan tahun telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Madiun melalui doa-doa yang terus dipanjatkan.

“Berpuluh tahun para ulama ini yang mendoakan Kota Madiun setiap hari, sehingga hari ini Kota Madiun bisa maju seperti sekarang,” katanya.

Bagus Panuntun menjelaskan, kegiatan bersholawat itu merupakan rangkaian dari pembukaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun yang sebelumnya diawali dengan Kirab Panji Persatuan pada dini hari. Ia menyebut perubahan jadwal kegiatan dilakukan agar rangkaian peringatan memiliki makna simbolis.

“Tandanya dibuka dulu, baru didoakan. Harapan kami, seluruh masyarakat ikut mendoakan agar Kota Madiun menjadi jauh lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia juga berharap jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Madiun terus meningkat, bahkan bisa mencapai tiga hingga empat kali lipat dari kondisi saat ini.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong di lingkungan masing-masing, terutama selama rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Madiun yang akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Berbagai agenda hiburan dan budaya pun telah disiapkan, mulai dari Barongsai hingga karnaval yang diharapkan mampu mendongkrak perputaran ekonomi daerah.

“Semua kegiatan ini tujuannya untuk menggerakkan perekonomian Kota Madiun,” katanya.

Bagus Panuntun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi dan misi Pemerintah Kota Madiun hingga 2030, dengan fokus pada keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mohon doa dan kerja sama seluruh masyarakat agar visi misi ini berjalan baik sampai 2030. Cita-citanya, Kota Madiun menjadi kota yang maju, aman, nyaman, dan mendunia,” tuturnya. (jum).