JATIMPOS.CO//MALANG - Banyak cara untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Salah satunya menggunakan pembangkit listrik tenaga matahari. Yang lazim disebut yang diperbajarukan.

Itulah yang tengah dilakukan di Indonesia. Salah satunya, sedang dibangun di Karangkates, Malang. Seluas 71 ha lebih.

Pembangunnya sedang dilaksanakan oleh di PJB. Dengan menggunakan teknologi China.

Keterangan yang diperoleh jatimpos.co Jum'at (9/10/2026) menjelaskan sampai saat ini, sudah 73 persen. Direncanakan pada Januari 2027, pembangkit berkapasitas 100 MW itu, sudah diserahkan pada PLN. Selanjutnya dipasarkan pada pelanggan yang membutuhkan.

Di atas air seluas 71.435 Ha, akan dipasang delapan pulau PV modul solar sell. Sementara yang sudah terpasang baru enam modul. Dari delapan yang direncanakan. "Insya Allah Januari 2027, sudah bosa dikomersilkan oleh PLN," kata sebuah sumber yang mengetahui pembangunan PLS tersebut.

PLS ini, bila tidak menggunakan baterai, hanya bisa digunakan pada siang hari. Sistem kerjanya listrik menggunakan matahari ini, mengubah sinar matahari menjadi listrik DC.

Selanjutnya mengubah listrik DC menjadi listrik AC, tegangan rendah 80 V. Setelah itu, menaikan dari tegangan AC rendah, ke tegangan menengah 20 kV.

Lalu mengalirkan listrik ke darat, menggunakan kabel AC. Dengan tegangan 20 kV, ke trafo step up, 150 kV. Baru dinaikkan dari 20 kV, menjadi 150 kV. Terakhir dialirkan ke pelangga. (nas)