JATIMPOS.CO/TUBAN – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Tanjung Awar-Awar menggelar simulasi tanggap darurat untuk menguji kesiapsiagaan personel dan keandalan sistem penanganan krisis di lingkungan pembangkit, Selasa (19/8/2026).

Simulasi tersebut menggunakan skenario kebakaran di area Fuel Oil Tank (FOT). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pengujian Business Continuity Plan (BCP) guna memastikan operasional pembangkit tetap dapat berjalan atau segera dipulihkan ketika menghadapi kondisi darurat.

Dalam simulasi, percikan api diskenariokan memicu potensi kebakaran di kawasan FOT. Sistem alarm otomatis kemudian diaktifkan, disusul respons Tim Tanggap Darurat atau Emergency Response Team (ERT) yang melakukan pengamanan dan isolasi area menggunakan foam serta water cannon.

Pada saat bersamaan, petugas keamanan dan pengawas melakukan evakuasi pekerja menuju Assembly Point atau titik kumpul. Proses evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Simulasi tersebut melibatkan personel internal PLN NP UP Tanjung Awar-Awar serta unsur eksternal, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan aparat keamanan setempat.

Seluruh rangkaian skenario penanganan darurat dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari 50 menit. Dalam simulasi tersebut, PLN NP juga mengaktifkan skenario cadangan operasional untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik.

Senior Manager PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, mengatakan simulasi merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan dan disiplin penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional.

Sementara itu, Asman K3 dan Keamanan PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Gilang, mengatakan simulasi dilakukan untuk menguji respons personel ketika menghadapi kondisi darurat.

"Simulasi ini dirancang sedekat mungkin dengan kondisi nyata. Tujuannya bukan sekadar memadamkan api, tetapi menguji kecepatan respons, jalur evakuasi, dan pengambilan keputusan krisis demi mencapai target Zero Accident di lingkungan UP Tanjung Awar-Awar," ujar Gilang.

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut juga penting untuk memastikan keandalan unit pembangkit dan menjaga kontinuitas pasokan listrik dalam kondisi darurat.

Pelaksanaan simulasi menjadi bagian dari penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan PLN NP UP Tanjung Awar-Awar. Melalui latihan secara berkala, perusahaan berupaya memastikan kesiapan personel, prosedur, serta sistem pengamanan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat. (min)