JATIMPOS.CO//KOTA PASURUAN – Sejumlah jemaat gereja di Kota Pasuruan membagikan makanan dan minuman gratis kepada jemaah Haul KH Abdul Hamid ke-45, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan sosial sekaligus bagian dari kegiatan berbagi kepada masyarakat.

Aksi tersebut dilakukan jemaat GKI Pasuruan di Jalan Panglima Sudirman dan GSJA Betlehem di Jalan KH Abdul Hamid, Kota Pasuruan. Kedua gereja tersebut turut membagikan konsumsi kepada jemaah yang melintas menuju kawasan Pondok Pesantren Salafiyah.

Sejak pagi, para jemaat telah berada di sekitar lokasi untuk menyiapkan dan membagikan paket makanan serta minuman. Jemaah yang datang dari berbagai daerah menerima paket tersebut secara gratis.

Pembagian konsumsi berlangsung bersamaan dengan kedatangan jemaah yang mengikuti puncak Haul KH Abdul Hamid ke-45 di Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan.

Ketua Komisi Kesaksian dan Pelayanan GKI Pasuruan, Budi Irawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan sosial GKI Pasuruan kepada masyarakat.

“Ini kegiatan sosial kemasyarakatan dari GKI Pasuruan untuk meningkatkan toleransi beragama. Ini wujud berbagi kami dalam bentuk pembagian paket snack dalam acara Haul KH Abdul Hamid ke-45,” ujar Budi.

GKI Pasuruan menyiapkan 500 paket makanan ringan untuk dibagikan kepada jemaah. Menurut Budi, kegiatan tersebut telah dilakukan secara rutin setiap tahun dalam momentum haul.

Ia mengatakan pembagian paket dilakukan dengan tetap memperhatikan ketertiban di sekitar lokasi. Jemaat GKI juga turut membantu kelancaran kegiatan berbagi tersebut.

“Untuk tahun ini ada 500 paket dan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Kami turut mendukung dan menyukseskan acara haul ini,” katanya.

Hal serupa dilakukan GSJA Betlehem. Pendeta GSJA Betlehem, Jan Sri Rudiarman Sinaga, mengatakan pihaknya menyiapkan 250 paket roti untuk dibagikan kepada jemaah yang mengikuti Haul KH Abdul Hamid ke-45.

“Kami berbagi kasih kepada para jemaah yang datang mengikuti Haul KH Abdul Hamid ke-45 dengan membagikan 250 paket roti,” ujar Jan Sri.

Menurut Jan Sri, keterlibatan gereja dalam momentum haul merupakan bentuk nyata toleransi antarumat beragama. Ia menilai kegiatan sosial tersebut dapat mempererat hubungan masyarakat tanpa melihat perbedaan keyakinan.

Jan Sri berharap tradisi berbagi tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Ia menyebut kegiatan serupa hampir setiap tahun dilakukan sebagai wujud kepedulian gereja terhadap masyarakat.

“Kami sebagai gereja juga terlibat dalam acara Haul KH Abdul Hamid ke-45. Ini bentuk toleransi sesama umat beragama dan hampir tiap tahun kami menyelenggarakan berbagi kasih seperti ini,” tutup Jan Sri. (shl)