JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pengembangan kawasan dan penguatan ekonomi kreatif menjadi perhatian dalam Sarasehan Kemerdekaan PAWITANDIROGO 2026 yang mempertemukan lima daerah, yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo, di Ballroom Hotel Mercure Kota Madiun, Jumat (21/8/2026).
Mengusung tema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi PAWITANDIROGO”, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan, Pemkot Madiun terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama dengan membuka ruang bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.
“Terima kasih dari Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan apresiasi. Tentunya ini mendorong semangat pemerintah kota untuk terus mengawal teman-teman muda, teman-teman pelaku kreatif yang ada di Kota Madiun yang sekarang semakin meningkat,” ujar Bagus Panuntun.
Menurut dia, Pemkot Madiun mulai memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya mewujudkan target Kota Kreatif Madiun pada 2029.
Bagus Panuntun mengatakan, dirinya akan segera menindaklanjuti komunikasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui pertemuan di Jakarta. Langkah itu dinilai penting untuk menyusun arah pengembangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kota Madiun.
“Target untuk Kota Kreatif Madiun itu saya target 2029. Sehingga ini perlu membangun komunikasi, perlu membangun ekosistem,” katanya.
Terkait tiga poin yang disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif, salah satunya mengenai aktivasi desa dan kelurahan, Bagus Panuntun menilai hal tersebut sejalan dengan program Pemkot Madiun. Pada 2027, pemerintah kota akan lebih dulu memfokuskan diri pada pembangunan ekosistem sebelum pengembangan program dilakukan lebih luas.
Bagus Panuntun berharap pengembangan ekosistem tersebut nantinya mendapat pendampingan dari pemerintah pusat. Menurut dia, Kota Madiun memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, salah satunya melalui pencak silat yang telah menjadi bagian kuat dari identitas daerah.
Sementara itu, terkait pengembangan video mapping, Bagus Panuntun mengatakan Pemkot Madiun akan kembali menghadirkan program serupa dengan konsep yang berbeda. “Padhang Bulan yang pertama, nanti akan ada Padhang Bulan kedua, yang nantinya pastinya dengan beda konsep lagi,” ujarnya. (Adv/jum).