JATIMPOS.CO/SURABAYA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) memperkuat kemitraan dengan insan pers dan pimpinan media di Jawa Timur melalui kegiatan Media Engagement 2026, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan sesi edukasi di Migas Corner Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), kemudian dilanjutkan dengan forum silaturahmi dan olahraga bersama di Karangpilang, Surabaya. 

Melalui kegiatan ini, SKK Migas dan KKKS ingin mendorong penyebarluasan informasi yang objektif, akurat, dan transparan mengenai peran sektor hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional serta perekonomian Indonesia.

Media Engagement 2026 dihadiri jajaran pemimpin redaksi, kepala biro media, serta pengurus organisasi profesi wartawan dan konstituen Dewan Pers di Jawa Timur, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan, mengatakan industri hulu migas merupakan sektor strategis yang padat modal, padat teknologi, serta memiliki tingkat risiko operasional yang tinggi. 

Karena itu, menurutnya, kondusivitas wilayah dan dukungan informasi publik yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional.

"Industri hulu migas adalah sektor yang sangat vital bagi negara. Sinergi antara hulu migas dan media merupakan kemitraan profesional yang saling menghormati," ujar Febrian

"Melalui karya jurnalistik rekan-rekan pers, masyarakat mendapatkan edukasi yang benar bukan hanya tentang proses teknis eksplorasi dan produksi, tetapi juga bagaimana dampak ekonomi serta efek bergandanya dikembalikan ke daerah dan masyarakat sekitar wilayah operasi," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, SKK Migas Jabanusa juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers di Jawa Timur atas pemberitaan sektor hulu migas yang dinilai objektif, berimbang, dan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.

Menurut Febrian, komunikasi yang baik antara SKK Migas, KKKS, dan media perlu terus dibangun dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Dengan menjadikan Kode Etik Jurnalistik sebagai panduan utama, karya jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya mencerdaskan masyarakat, tetapi juga mengawal ketahanan energi nasional sebagai modal penting pembangunan bangsa. Kami menitipkan ruang informasi publik ini untuk bersama-sama kita rawat demi kepentingan bersama," tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian Media Engagement 2026, peserta juga mengunjungi Migas Corner ITS. Fasilitas edukasi tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan proses bisnis hulu migas, skema kontrak kerja sama, hingga program tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada sivitas akademika maupun masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah KKKS di wilayah Jabanusa turut berpartisipasi, yakni PHE WMO, PEP Poleng Field, PEP Cepu Field, PEPC Zona 12, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Kangean Energy Indonesia Limited, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Searah Ketapang II Limited, Saka Indonesia Pangkah Limited, MedcoEnergi Madura Offshore, MedcoEnergi Sampang, Prima Energy Bawean, dan TIS Petroleum.

Melalui kegiatan ini, SKK Migas bersama seluruh KKKS Wilayah Jabanusa berharap sinergi yang telah terjalin dengan media dapat terus diperkuat sehingga penyampaian informasi mengenai sektor hulu migas semakin baik dan mampu mendukung keberlangsungan pasokan energi nasional serta proyek-proyek strategis migas di Jawa Timur. (red)