JATIMPOS.CO/SURABAYA — Pernyataan Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangestu atau yang akrab disapa Mbak Oca, menarik perhatian dalam acara peluncuran dan bedah buku “Langkah Sunyi Menuju Puncak” karya Abdul Hakim. Kegiatan tersebut digelar pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Dyandra Convention Center, Kamis (16/4/2026).

Mbak Oca merupakan satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai ketua PWI di Jawa Timur. Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Bondowoso pada 10 Juli 2025 yang dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi Machmud Suhermono dan Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam. Kemudian, dilantik oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim pada 17 Desember 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Oca mengaku terinspirasi dari perjalanan karier Akhmad Munir yang diulas dalam buku tersebut—dari jurnalis daerah hingga menjadi Direktur Utama Perum LKBN ANTARA sekaligus Ketua Umum PWI Pusat.

“Tahun 2018 saya ikut UKW di Banyuwangi, Pak Munir masih Ketua PWI Jatim. Saat itu saya bertemu, foto, salaman dengan Pak Munir dan minta doa mudah-mudahan bisa mengikuti jejaknya. Dan baru sekitar delapan tahun kemudian doa itu terkabul,” ujar Mbak Oca.

Meski memimpin organisasi di tingkat kabupaten, Mbak Oca menilai dinamika yang dihadapi tidak jauh berbeda dengan yang dialami tokoh dalam buku tersebut, terutama karena mayoritas anggota dan pengurus PWI Bondowoso merupakan laki-laki.

Ia juga menyampaikan dua hal penting. Pertama, terkait tantangan dunia jurnalistik di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan efisiensi anggaran media. Kedua, mengenai keseimbangan antara tugas wartawan dan kehidupan keluarga.

“Saya belum menikah, tapi banyak curhatan dari istri wartawan yang tidak baik-baik saja. Saya ingin tahu bagaimana menjadi pasangan wartawan yang tangguh,” katanya.

Pernyataan tersebut disambut canda oleh moderator Lutfil Hakim yang menyebut kemungkinan calon pasangan Mbak Oca berasal dari kalangan wartawan atau bahkan ketua PWI.

Diskusi juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Suko Widodo, Imawan Mashuri, Abdul Hakim, serta Akhmad Munir. Turut memberikan perspektif, istri Akhmad Munir, Erva Agushinta.

Dalam paparannya, Akhmad Munir menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Mencari dan menulis berita harus sesuai kaidah jurnalistik, menjaga marwah profesi, bukan untuk tujuan lain. Soal rezeki, Insya Allah akan mengikuti,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai upaya penguatan industri media, mulai dari kebijakan publisher rights, implementasi undang-undang hak cipta jurnalistik, hingga dorongan insentif pajak bagi perusahaan pers.

Sementara itu, Erva Agushinta mengungkapkan pengalaman mendampingi suaminya sejak menjadi jurnalis daerah hingga menduduki jabatan strategis saat ini.

“Saya bahagia mendampingi Pak Munir dari awal. Beliau bertanggung jawab pada keluarga, menyayangi istri, anak-anak, dan juga rekan-rekannya,” tuturnya. (red).