JATIMPOS.CO/SURABAYA - Kota Surabaya sukses mengukuhkan posisinya sebagai episentrum wisata, budaya, dan ekonomi kreatif sepanjang tahun 2025. Melalui rangkaian ratusan acara berskala lokal hingga internasional, Kota Pahlawan tidak hanya sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadikan setiap momentum sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan dan pelestarian identitas budaya.

Strategi ini menjadi bukti nyata bagaimana pembangunan kota yang berorientasi pada manusia mampu menciptakan kohesi sosial yang kuat.

Salah satu terobosan paling signifikan tahun ini adalah transformasi kawasan heritage melalui Market Sounding Kota Lama Surabaya 3.0. Langkah berani Pemerintah Kota Surabaya dalam mempertemukan pemilik bangunan bersejarah dengan investor global telah menghidupkan kembali denyut nadi kawasan lama menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Upaya ini bersanding manis dengan semangat toleransi yang tercermin dalam Kya-Kya Chunjie Fest dan suasana religius Ramadan 1446 Hijriah, membuktikan bahwa Surabaya adalah rumah yang hangat bagi keberagaman.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa ratusan agenda yang digelar sepanjang tahun merupakan investasi sosial jangka panjang.

Menurutnya, setiap festival dan kompetisi adalah ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berinovasi, dan memperkuat karakter bangsa. "Hal ini terlihat jelas saat perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-732, di mana ribuan penari remo dalam gelaran Sembrani Bumi Nusantara menyatukan semangat warga dalam gerak seni yang kolosal", kata Eri Cahyadi, Senin (29/12/2025).

Sektor pariwisata juga mencapai puncaknya melalui program Surabaya Holiday Super Sale yang menawarkan diskon besar-besaran, serta inovasi tiket wisata murah seharga Rp500 menggunakan QRIS. Kemudahan akses menuju destinasi ikonik seperti THP Kenjeran dan Jembatan Merah ini berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Bahkan, Surabaya kian mendunia dengan singgahnya 18 kapal pesiar internasional, yang membawa ribuan turis asing mengeksplorasi keindahan sudut-sudut kota dan situs sejarah.

Dunia olahraga pun tidak kalah bergelora. Surabaya membuktikan kesiapannya sebagai kota atlet dengan sukses menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Voli Wanita U-21 FIVB dan berbagai turnamen bergengsi lainnya. Prestasi sebagai tuan rumah ini sekaligus menjadi modal kuat bagi Surabaya untuk menyambut Porprov Jawa Timur 2027 mendatang. Di sisi lain, panggung seni seperti ARTSUBS di Balai Pemuda terus memberikan ruang bagi seniman lintas medium untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Kesuksesan ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, yang menilai bahwa kunci utama keberhasilan Surabaya terletak pada semangat gotong royong. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat telah menciptakan harmoni yang mendorong pertumbuhan ekonomi pascapandemi. Menutup tahun 2025, "Surabaya tidak hanya tumbuh sebagai kota metropolitan yang modern, tetapi juga tetap berdiri tegak di atas fondasi budaya dan kemanusiaan yang kokoh", pungkasnya. (fred)