JATIMPOS.CO/SURABAYA - Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai kota pelopor inovasi di Indonesia. Dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Kota Pahlawan dinobatkan sebagai Peringkat 1 Kota Terinovatif tingkat nasional. Tidak hanya meraih posisi puncak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga mendapatkan penghargaan khusus sebagai daerah dengan Sebaran Inovasi Urusan Pemerintahan Konkuren Terbanyak tahun ini.

Dua penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebagai bentuk pengakuan nasional terhadap keberhasilan Surabaya membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, presisi, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Tahun ini, keunggulan Surabaya banyak didorong oleh strategi integratif bertajuk “One Data, One Map, One Policy” yang dinilai dewan juri sebagai terobosan paling komprehensif dalam pembenahan manajemen pemerintahan berbasis digital.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, dalam sambutannya menegaskan bahwa IGA bukan hanya seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi atas kerja nyata pemerintah daerah yang berani berinovasi. Ia mengatakan bahwa inovasi adalah kunci untuk memperkuat ekosistem pemerintahan yang adaptif, berintegritas, dan kolaboratif. Wiyagus juga berharap capaian tahun ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus memperluas inovasi di berbagai sektor pemerintahan.

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi validasi bahwa Surabaya berada pada jalur transformasi yang tepat. Ia menegaskan bahwa strategi yang diterapkan bukan sekadar digitalisasi, tetapi fondasi untuk pengambilan keputusan berbasis data riil dan peta spasial yang akurat. Menurutnya, pendekatan ini diarahkan untuk menjawab tiga isu ekonomi utama kota, yakni ketahanan pangan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pengendalian inflasi.

Melalui pemetaan lahan produktif dan aset pemerintah, Pemkot dapat memperkuat ketahanan pangan lewat urban farming yang terarah. Integrasi One Map dan One Data juga memungkinkan pemantauan stok pangan lebih presisi, sehingga kebutuhan kota dapat diprediksi dan dipenuhi secara lebih akurat. Dalam upaya menekan inflasi, pemantauan harga komoditas dilakukan secara real-time, sehingga operasi pasar dapat digelar tepat sasaran ketika terjadi lonjakan harga di titik-titik tertentu.

Sementara dalam peningkatan PAD, digitalisasi peta aset dan objek pajak membuat potensi pendapatan lebih mudah teridentifikasi. Sistem ini menekan kebocoran pendapatan sekaligus membuka ruang pemetaan objek pajak baru yang memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan PAD Surabaya sepanjang 2025.

Eri menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil budaya inovasi yang terus tumbuh di seluruh lini birokrasi Pemkot Surabaya. Ia mengapresiasi kerja keras para ASN dan dedikasi warga yang menjadi pendorong utama lahirnya berbagai inovasi layanan publik. Dengan capaian ini, Surabaya berkomitmen melanjutkan langkah menuju kota yang kian cerdas, responsif, dan solutif bagi seluruh warganya.(fred).