JATIMPOS.CO/GRESIK – DPD Partai Golkar Jawa Timur menggelar rangkaian kunjungan ke Pulau Bawean selama tiga hari, 4–6 Juli 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi bersama jajaran legislator dan pengurus partai untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Dalam kunjungan itu, rombongan berdialog dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, hingga kalangan pemuda. Sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat antara lain berkaitan dengan transportasi laut, pelayanan kesehatan, distribusi pupuk bersubsidi, serta pembangunan infrastruktur.
Ali Mufthi mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Partai Golkar mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat Bawean sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan.
"Golkar ingin menunjukkan bahwa Bawean harus maju dan berkembang. Kami datang bersama anggota DPR RI Ahmad Labib sebagai representasi masyarakat Bawean, Gresik, dan Lamongan untuk memastikan persoalan-persoalan yang disampaikan warga dapat diperjuangkan melalui jalur politik anggaran, baik di APBN maupun APBD," kata Ali.
Menurut anggota Komisi V DPR RI itu, berbagai aspirasi yang diterima akan dipetakan berdasarkan kewenangan pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Gresik agar proses tindak lanjutnya lebih terarah.
"Kami sudah banyak mendengar apa saja yang harus diperjuangkan. Ada yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN, ada pula yang bisa didorong melalui APBD Kabupaten Gresik. Tugas kami adalah mengawal agar aspirasi itu tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi menjadi program pembangunan," ujarnya.
Ali juga menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik elektoral, melainkan sebagai bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.
"Kalau orientasi kami hanya politik praktis, tentu kami datang saat musim kampanye. Tetapi kami memilih hadir sekarang karena ingin masyarakat Bawean benar-benar merasakan manfaat kehadiran Partai Golkar. Kami tidak ingin masyarakat di pulau ini merasa dianaktirikan," katanya.
Ia menilai keberadaan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Labib dapat memperkuat upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat Bawean di tingkat pusat, sementara aspirasi yang menjadi kewenangan daerah akan dikawal melalui Fraksi Partai Golkar DPRD Gresik.
"Para legislator Golkar sudah bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga memahami persoalan yang mereka hadapi. Nantinya aspirasi itu bisa diakselerasi melalui program-program APBN, sedangkan yang menjadi kewenangan daerah akan diperjuangkan oleh Fraksi Golkar DPRD Gresik," ujar Ali.
Selama berada di Bawean, rombongan melaksanakan sejumlah agenda. Pada hari pertama, mereka bersilaturahmi ke Pondok Pesantren An-Nasiriyah Guntung di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Sangkapura dan Tambak yang dirangkaikan dengan dialog bersama masyarakat.
Pada hari berikutnya, rombongan berziarah ke Makam Waliyah Zainab di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak. Setelah itu, mereka menggelar forum Sambang Dulur Sambung Roso bersama kepala desa se-Pulau Bawean untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian, di antaranya keterbatasan transportasi laut sebagai sarana mobilitas warga, distribusi pupuk bersubsidi bagi petani, peningkatan layanan RSUD Umar Mas'ud Bawean, serta pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.
Ali mengatakan berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan perjuangan Partai Golkar melalui DPR RI, DPRD Gresik, maupun koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Golkar benar-benar ingin berbuat lebih bagi masyarakat Bawean. Tidak boleh ada satu pun wilayah di Jawa Timur yang merasa tidak mendapatkan sentuhan manfaat dari Partai Golkar," ucapnya.
Ia juga mengakui perjalanan menuju Pulau Bawean menghadapi tantangan cuaca laut yang berubah-ubah. Meski demikian, hal tersebut tidak menghalangi rombongan untuk bertemu langsung dengan masyarakat.
"Walaupun membutuhkan upaya yang tidak ringan dan harus menyeberang di tengah cuaca yang tidak menentu, kami tetap datang. Tujuan kami sederhana, yakni menjadikan Golkar sebagai jembatan yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat Bawean," katanya. (zen)