JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – dr. Purnomo Hadi resmi mendapat mandat sebagai calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Madiun periode 2026-2031.

Penetapan tersebut merupakan bagian dari proses penunjukan calon ketua definitif DPC PKB se-Indonesia yang diumumkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

"Alhamdulillah saya diamanahi untuk menjadi calon Ketua DPC PKB definitif Kabupaten Madiun periode 2026-2031," kata dr. Purnomo Hadi, Sabtu (13/6/2026).

Pria yang akrab disapa Dokter Pur itu mengatakan, setelah pengumuman dari DPP PKB, dirinya bersama para calon ketua definitif lainnya mengikuti rapat koordinasi yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur di Surabaya pada Jumat (12/6/2026) malam.

Menurut dia, rapat tersebut dipimpin Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, serta dihadiri tim pengawas dan asistensi dari DPP PKB bersama Tim 7 yang bertugas membantu proses pembentukan kepengurusan.

Dalam pertemuan itu, para calon ketua definitif mendapat arahan untuk segera menyusun struktur organisasi DPC PKB di tingkat kabupaten dan kota bersama Tim 7.

"Hasil penyusunan kepengurusan nantinya akan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada DPP untuk diterbitkan surat keputusan atau SK," ujar Dokter Pur.

Ia menjelaskan, struktur kepengurusan yang akan dibentuk meliputi Dewan Mustasyar, Dewan Syuro, dan Dewan Tanfidz. Proses penyusunan kepengurusan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dengan tetap mengedepankan prinsip kebersamaan dan keterwakilan seluruh unsur partai.

"Kami ingin kepengurusan yang terbentuk benar-benar mampu mengakomodasi semua pihak demi kebesaran partai. Setelah selesai, akan segera kami sampaikan ke DPP PKB di Jakarta," katanya.

Dokter Pur menegaskan PKB Kabupaten Madiun akan tetap menjadi partai yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, partai politik harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui mekanisme demokrasi.

"PKB adalah partai yang terbuka. Kami ingin memberikan kontribusi positif untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Madiun," ujarnya.

Dalam menyusun kepengurusan baru, Dokter Pur berkomitmen menerapkan prinsip inklusivitas dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari internal maupun eksternal partai.

Ia menegaskan tidak boleh ada sekat maupun kelompok-kelompok yang dapat menghambat soliditas organisasi.

"Kita harus akomodatif. Tidak boleh ada faksi-faksi. Semua unsur harus dilibatkan, termasuk dari luar partai yang memiliki niat mengabdikan diri kepada masyarakat melalui jalur politik," tuturnya.

Selain itu, PKB Kabupaten Madiun juga membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik dan pembangunan daerah.

Menurut Dokter Pur, PKB siap menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin memperjuangkan kepentingan publik dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Madiun melalui jalur politik yang konstruktif. (jum).