JATIMPOS.CO/JOMBANG — Karnaval Mobil Hias dan Hasil Bumi 2026 di Kabupaten Jombang berlangsung semarak, Sabtu (22/8/2026). Tak hanya menyuguhkan kreativitas dan potensi daerah, gelaran dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini juga menghadirkan aksi berbagi hasil bumi sekaligus gerakan membersihkan jalur pawai.

Karnaval diberangkatkan Bupati Jombang Warsubi dari depan Stadion Merdeka. Sebanyak 69 armada ambil bagian, terdiri atas 21 mobil hias, 29 mobil hasil bumi, dan 19 kereta kuda. Peserta melintasi Jalan A. Yani, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Kusuma Bangsa hingga finis di depan Gedung Kesenian Jombang.

Beragam hasil pertanian dibawa peserta dan dibagikan kepada masyarakat yang memadati sepanjang rute. Bupati Warsubi bersama jajaran Forkopimda dan DPRD Jombang juga turut membagikan sayur-mayur serta hasil bumi kepada warga.

Warsubi mengatakan karnaval bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta potensi hasil bumi Kabupaten Jombang.

“Karnaval ini kita laksanakan untuk merayakan kemerdekaan Bangsa Indonesia, sekaligus menampilkan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan beragam hasil bumi Kabupaten Jombang,” ujar Warsubi.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan nasionalisme, menghibur masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Bupati Jombang Warsubi bersama Forkopimda Jombang lakukan bersih-bersih saat Karnaval Jombang 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, menyebut karnaval sebagai bentuk rasa syukur atas karunia alam yang dimiliki Jombang. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat luas dan berdampak positif bagi masyarakat.

Menariknya, kemeriahan karnaval tidak berakhir ketika barisan peserta melewati garis finis. Pada bagian penutup, digelar Geber Emas (Gerakan Bersama Edukasi Masyarakat Memilah Sampah).

Bupati Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani, jajaran Forkopimda, relawan, serta petugas kebersihan turun langsung menyapu dan membersihkan sisa sayuran yang berserakan di sepanjang jalur.

Hasilnya, ruas jalan yang sebelumnya dipadati ribuan warga dan menjadi lokasi pembagian hasil bumi kembali bersih dan rapi dalam waktu relatif singkat. Aksi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemeriahan sebuah kegiatan harus tetap diiringi kepedulian terhadap lingkungan.

Selain OPD Pemkab Jombang, peserta juga berasal dari empat eks-Kawedanan, yakni Mojoagung, Ngoro, Ploso dan Jombang. Sejumlah BUMD, lembaga pendidikan, badan usaha, KPU, Bawaslu, Bank Jatim hingga komunitas masyarakat turut meramaikan karnaval.

Perpaduan antara budaya, kreativitas, hasil bumi dan aksi peduli lingkungan membuat Karnaval Mobil Hias dan Hasil Bumi 2026 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan pesan tentang rasa syukur, kebersamaan dan gotong royong masyarakat Jombang. (her)