JATIMPOS.CO//KABUPATEN BLITAR - Pembelajaran secara tatap muka di Kab. Blitar bisa dilaksanakan apabila daerah tersebut berubah dari zona merah menjadi zona orange, kuning hingga hijau dimasa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Blitar Budi Kusumarjoko mengungkapkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah atau tatap muka akan dilaksanakan saat daerah tersebut sudah beralih menjadi zona orange, kuning dan hijausedangkan kondisi saat ini beberapa daerah masih dianggap zona merah.

“Tentu pembelajaran masih diterapkan secara daring di rumah masing-masing karena di Kabupaten Blitar masih ada di zona merah,” tuturnya

Sosialisasi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 dan Pemberian Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada PTT dan GTT yang telah berjalan secara virtual di Aula Garuda Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Selasa waktu lalu.

Bupati Kabupaten Blitar Rijantokesempatan yang sama walaupun di tingkat kecamatan diketahui sudah ada yang masuk zona hijau, namun pemda tidaklangsung bisa memberikan izin untuk pembelajaran secara tatap muka , menunggu kondisinya sungguh - sungguh stabil, tidak berubah-ubah.

Bupati Kabupaten Blitar Rijanto juga menjelaskan telah meninjau seluruh sekolah. Pada intinya, semua sekolah siap menerapkan pembelajaran secara tatap muka apabila Blitar sudah masuk zonaorange, kuning dan hijau.

Terkait dengan perlindungan GTT dan PTT lewat program BPJS Ketenagakerjaan, menurut Rijato selaku bupati Kab Blitar, dari 4.600 GTT dan PTT di Kabupaten Blitar sebanyak 1.600 GTT serta PTT yang menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, harapannya semua GTT dan PTT di daerah tersebut dilindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Fungsi dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut kan melindungi. Seperti halnya relawan PMI yang telah meninggal satu bulan lalu juga memperoleh santunan karena telah delapan tahun mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Jadi saya berharap semua mengikuti BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.(kmf/san)

 


TERPOPULER