JATIMPOS.CO//BANYUWANGI- Sebanyak 150 ustadz dan ustadzah Taman Pendidikan Alquran (TPA/TPQ) se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti munaqosah (ujian) dan pelatihan guru Alquran.

Acara tersebut diinisiasi oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Alquran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Banyuwangi, digelar selama dua hari, 17-18 Oktober 2020 di Banyuwangi.

Achmad Sururuddin, Ketua BKPRMI Banyuwangi mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mendidik santri. Dia menjelaskan poin utama pada pelatihan kali ini adalah mengasah kemampuan guru dalam menerapkan metode tilawati.

"Metode tersebut adalah metode belajar membaca Alquran dengan menggunakan nada-nada agar santri dengan mudah memahami bacaan beserta terjemahan pada Alquran," kata Achmad.

Dia berharap dengan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas guru sehingga santri dididiknya memiliki kualitas yang bagus.

“Kami berharap pemkab selalu mendukung program-program untuk peningkatan kapasitas para ustad dan ustadzah,” harapnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan peningkatan skill para guru TPA/TPQ sangat penting untuk pertumbuhan rohani anak. Karena menurutnya pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembangunan rohani.

“Peran guru ngaji sangat penting, Banyuwangi boleh maju namun pengajaran dan pemahaman agama ini saya harap kedepan bisa semakin ditingkatkan,” harap Anas.

Anas juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi. Dengan cara menjaga jarak dan tetap menggunakan masker dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, Anas juga mendorong guru ngaji untuk mengembangkan usaha kecil mikro. Sebab dia menilai salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi pasca pandemi adalah dengan menggerakkan sektor ekonomi kecil mikro.

“Saya mengajak para guru ngaji nanti dapat mengikuti pelatihan usaha mikro dengan Dinas Koperasi UM dan Perdagangan untuk mengembangkan usahanya, sehingga kesejahteraan para guru ngaji semakin baik,” ajak Anas.

Dalam kesempatan itu, Anas juga menjelaskan bahwa pemkab telah memberikan apresiasi kepada guru ngaji dengan memberikan dana insentif. Ke depan, pemkab juga akan terus mendukung program-program semacam ini. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan bentuk apresiasi kepada guru ngaji,” pungkasnya. (rzl)

 



TERPOPULER