JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun mulai menyalurkan bantuan 5.368 stel kain seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru jenjang SD dan SMP negeri maupun swasta tahun ajaran 2026/2027. Selain kain seragam, siswa sekolah negeri juga mendapatkan bantuan ongkos jahit sebesar Rp300.000.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun di SMP Negeri 13 Kota Madiun, Senin (2/11/2026).
Bagus Panuntun mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak. Total bantuan kain seragam yang disiapkan mencapai 5.368 stel, terdiri dari 2.242 stel untuk siswa SD dan 3.126 stel untuk siswa SMP.
Seragam yang diberikan meliputi pakaian putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP, serta seragam Pramuka. Sementara itu, bantuan ongkos jahit diberikan kepada 4.393 siswa sekolah negeri, terdiri dari 1.651 siswa SD dan 2.742 siswa SMP.
"Yang pertama bantuannya berupa seragam sekolah dan perlengkapan. Yang kedua, ongkos jahit Rp300.000," kata Bagus Panuntun.
Total anggaran bantuan ongkos jahit mencapai Rp1,317 miliar. Dana tersebut akan ditransfer langsung ke rekening Bank Jatim masing-masing siswa penerima sehingga orang tua dapat menggunakan bantuan itu untuk menjahitkan seragam anaknya.
Bagus Panuntun menegaskan, proses penjahitan seragam melibatkan penjahit lokal Kota Madiun. Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha jasa jahit di daerah.
"Penjahitnya harus lokal. Kasihan kalau tidak diberdayakan," ujarnya.
Bagus Panuntun menargetkan seluruh kain seragam dapat terdistribusi ke sekolah dalam waktu tujuh hari. Adapun proses transfer bantuan ongkos jahit diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan.
Dia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus meringankan pengeluaran keluarga. Pemerintah juga berharap program ini berdampak terhadap peningkatan kehadiran siswa di sekolah.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Agus Purwo Widagdo mengatakan, distribusi kain seragam telah mulai dilakukan ke sekolah-sekolah. Pemkot menargetkan seluruh bantuan dapat terselesaikan pada pekan pertama November.
"Harapannya, pada minggu kedua November seragam sudah bisa dipakai oleh siswa," kata Agus Purwa.
Agus Purwa mengakui penyaluran bantuan tahun ini mengalami keterlambatan karena proses pengadaan melalui lelang membutuhkan waktu lebih panjang. Selain jumlah peserta lelang yang terbatas, pemerintah juga harus memastikan kualitas kain melalui pengujian sampel di laboratorium.
Sebagai evaluasi, Dinas Pendidikan akan mempercepat perencanaan dan proses pengadaan untuk tahun ajaran berikutnya. Pemkot menargetkan bantuan seragam bagi siswa baru dapat diselesaikan sekitar Juli sehingga bisa digunakan sejak awal tahun ajaran. (jum).