JATIMPOS.CO//JOMBANG – Program revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri Ngudirejo 1, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mulai memberikan perubahan terhadap fasilitas sekolah. Program yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut mencakup rehabilitasi tiga ruang kelas dan pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Plt Kepala SDN Ngudirejo 1, Ita Wijiastutik, S.Pd, saat ditemui Senin (5/10/2026), menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut.

“Kami sebagai Plt SDN Ngudirejo 1 merasa sangat gembira, karena nanti fasilitas sarana di SD kami akan menjadi lebih baik. Insyaallah nanti kegiatan pembelajarannya juga lebih baik,” ujar Ita.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada sekolah.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, program tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Direktorat Jenderal PAUD Dasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pekerjaan revitalisasi meliputi rehabilitasi tiga ruang pembelajaran yang digunakan untuk kelas 4, 5 dan 6, serta pembangunan satu ruang UKS.

Nilai bantuan yang tercantum dalam papan informasi proyek sebesar Rp573.755.934, dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Ngudirejo 1.

Ita menjelaskan, proses pembangunan sejauh ini berjalan cukup lancar. Bahkan, monitoring dan evaluasi (monev) telah dilakukan, baik terhadap administrasi maupun kondisi fisik bangunan.

“Alhamdulillah diberi kelancaran. Kemarin juga sudah dimonev,” katanya.

Menurut dia, dalam proses monev tersebut dilakukan pencocokan antara administrasi, gambar rencana, dan kondisi fisik bangunan di lapangan.

Selama pekerjaan berlangsung, sambung Ita, aktivitas belajar mengajar tetap dilakukan dengan penyesuaian jadwal. Mengingat ruang kelas 4, 5 dan 6 sedang direhabilitasi, sekolah menerapkan sistem shift.

Siswa kelas 1, 2 dan 3 mengikuti pembelajaran pada pagi hari, kemudian setelah itu giliran siswa kelas 4, 5 dan 6 masuk sekolah.

“Yang kelas rendah, kelas 1, 2, 3 masuk mulai pukul 7, kemudian jam 10 sudah pulang. Kemudian gantian kelas tinggi, kelas 4, 5, 6,” jelas Ita.

Ia menambahkan, pembangunan fisik telah berjalan sejak sekitar akhir Juni 2026. Untuk pekerjaan ruang kelas, proses pembangunan relatif cepat, sedangkan ruang UKS masih dalam tahap penyelesaian.

“Kurang lebih tiga mingguan, Pak. Tapi ada yang belum selesai, yang UKS,” ujarnya.

Selain penyelesaian UKS, masih terdapat pekerjaan pendukung yang akan dilanjutkan setelah pencairan anggaran tahap berikutnya, termasuk pekerjaan saluran atau gorong-gorong di lingkungan sekolah.

Ita berharap seluruh rangkaian revitalisasi dapat segera diselesaikan sehingga fasilitas sekolah semakin menunjang proses pembelajaran.

Dengan adanya perbaikan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya memiliki sarana pembelajaran yang lebih layak, tetapi juga lingkungan pendidikan yang semakin nyaman bagi siswa dan guru. (her)