JATIMPOS.CO/SURABAYA - Program Beasiswa Pemuda Tangguh yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menjadi harapan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Bukan sekadar bantuan finansial, beasiswa ini terbukti menjadi penyambung mimpi bagi mereka yang nyaris putus asa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana karena kendala biaya.
Devina Shafira Yasmine (22), mahasiswi semester 8 Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel (UINSA), sempat merasa dunianya runtuh saat kesulitan membayar UKT. Sebagai seorang anak yatim piatu, beban biaya kuliah terasa sangat berat hingga ia sempat berpikir untuk berhenti.
"Awalnya saya sangat kesusahan dan berpikir tidak bisa lanjut kuliah lagi. Tapi dengan Beasiswa Pemuda Tangguh, saya bisa terus mengejar cita-cita saya menjadi Jaksa atau Hakim," ujar Devina, Rabu (4/1/2026).
Mahasiswa yang menerima manfaat beasiswa Pemuda Tangguh sejak semester 4 ini, merasa bantuan tersebut adalah jalan keluar tak terduga untuk meraih mimpinya.
“Karena beasiswa ini, saya bisa fokus belajar dan meraih mimpi. Saya berharap bisa segera menyelesaikan pendidikan saya dan bekerja membantu keluarga,” imbuhnya.
Program beasiswa Pemuda Tangguh tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tapi juga Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Seperti yang diungkapkan oleh Anisah Wahyu Triska Setyoko Putri (21) dari Universitas Wijaya Putra. Sebagai anak penjual penyetan, ia sempat berencana mengambil cuti kuliah karena dagangan ibunya sepi dan kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil.
"Jujur saya kaget sekaligus senang, merasa seperti rezeki nomplok karena mendapatkan beasiswa ini, dengan bantuan yang diberikan saya yakin bisa lulus tepat waktu dan tidak jadi mengambil cuti kuliah,” ungkap mahasiswi Administrasi Publik yang bercita-cita menjadi anggota legislatif ini.
Tak hanya berkuliah, Anisah juga rajin membantu ibunya berjualan sambil merintis karier sebagai konten kreator.
Atas manfaat yang diterima, ketiga mahasiswi ini kompak menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Bagi mereka, program ini bukan sekadar bantuan administratif, melainkan investasi masa depan.
"Terima kasih Pak Wali Kota. Beasiswa ini membuat kami berani bermimpi menjadi sarjana pertama di keluarga kami masing-masing," tutup mereka senada.
Untuk diketahui, Pemkot Surabaya melalui program ini berkomitmen untuk memastikan tidak ada lagi pemuda Kota Pahlawan yang putus kuliah karena alasan biaya. Tak hanya itu, beasiswa ini sekaligus mencetak generasi unggul yang siap memberikan sumbangsihnya untuk membangun kota di masa depan. (fred)