JATIMPOS.CO//SIDOARJO- Museum Negeri Mpu Tantular yang berlokasi di Buduran Sidoarjo, bukan hanya milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, tetapi hakekatnya milik bersama seluruh masyarakat. Oleh karena itu silakan memanfaatkan untuk kepentingan meningkatkan pengetahuan terutama nilai sejarah.

Hal itu dikemukakan Drs.Edi Irianto, MM Ka UPT Museum Negeri Mpu Tantular pada kegiatan Belajar Bersama di Museum dengan tema “Mengapresiasi Koleksi Garudeya Sebagai Inspirasi Karya Teater”, Senin (26/10/2020). Kegiatan diikuti siswa SLTA.

Menurutnya, koleksi di Museum Negeri Mpu Tantular sangat banyak dan sarat dengan makna. “Ada sekitar 15-an ribu koleksi. Garudeya merupakan salahsatu koleksi,” paparnya.

Kegiatan di masa pendemi ini menurut Edi Irianto diterapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Salam dari Kadisbudpar Jatim Sinarto, S.Kar, MM bahwa kita tetap semangat untuk berkreasi dan berkarya,” tambahnya.

Pada kegiatan itu mendatangkan pemateri, diantaranya : A.Manan, Fathur ER dan Mulyono Muksin. “Banyak orang berpendapat bahwa museum adalah bagian masa lalu yang tidak menarik. Padahal dalam museum terdapat benda-benda bersejarah, warisan budaya, dan berbagai produk kreativitas sebagai sumber ilmu pengetahuan yang luar biasa,” kata A.Manan.

Diantara kemanfaatan belajar di museum adalah : Belajar pada kenyataan, berkaca pada masa lalu, kreatif dan kontemplatif, mengagumi kreativitas leluhur. “Semua koleksi di museum merupakan hasil kewaskitaan para leluhur kita dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat secara turun temurun,” ujar A.Manan.

Sementara itu Fathur ER memaparkan proses kreatif seni pertunjukan. Menurutnya, seni pertunjukan merupakan karya seni yang melibatkan aksi perseorangan atau gruping/kelompok dan dimainkan pada waktu dan tempat tertentu.

 

Ka UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Drs. Edy Irianto, MM membuka kegiatan

 

“Seni pertunjukan banyak macam ragam dan bentuk serta konsepnya. Diantaranya seni pertunjukan tari, musik, sirkus, teater, dll,” ujarnya.

Suatu tontotan bisa dikatakan jadi sebuah seni pertunjukan menurut Fathur ER, harus diperhatikan beberapa persyaratan antara lain : Cerita/alur yang harus ditampilkan merupakan sebuah konflik antar pelaku/tokoh.

Pemain pameran seni pertunjukan harus memiliki dua cara untuk menyampaikan cerita pada penonton yaitu perbuatan dan percakapan. Tempat, adanya penonton dan sutradara.

Sementara itu Mulyono Muksim memaparkan cerita Garudeya. (n)


TERPOPULER