JATIMPOS.CO//BOJONEGORO- Antusias warga memadati lapangan Sepakbola Desa Jawik Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Selasa malam (3/11/2026). Mereka menyaksikan pargelaran Campursari Guyon Maton “Cak Percil CS”.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Hadir pada kesempatan itu Sekda Kab. Bojonegoro Edi Susanto, S. Sos. MSi, Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Prov. Jatim Ir. Mohammad Yasin, M. Si
Juga Sekretaris Disbudpar Jatim, Dr. Dian Okta Yoshinta, SH, M.PSDM dan staf, Kepala Bidang Kebudayaan Sadari, S.Sn, Katimker pembinaan dan tim, UPT Taman Budaya Jatim dan staf, DPMD Prov. Jatim, Bapenda Prov. Jatim, Bakorwil Bojonegoro, Disbudpar Kab. Bojonegoro, Seniman Budayawan serta Masyarakat Kab. Bojonegoro dan sekitarnya.

Pejabat Pemprov Jatim, Disbudpar Jatim, Pemkab Bojonegoro, seniman dan budayawan Jatim bersama penonton Campursari Cak Percil CS di lapangan Sepakbola Desa Jawik Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro, Selasa malam (3/11/2026).
------------------------------------
“Alhamdulillah pada malam hari ini kita semuanya masih diberikan kesehatan kesempatan untuk silaturahim di lapangan desa Jawik ini dalam keadaan sehat walafiat. Tahun lalu kita nanggap wayang, tahun ini Campursari Guyon Maton. Insya Allah tahun depan mendatangkan Gus Iqdam,” ujar Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Prov. Jatim Ir. Mohammad Yasin, M. Si.
Kegiatan ini menurut Mohammad Yasin merupakan rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim. “Kita jaga bersama-sama mudah-mudahan Jawa Timur terus bangkit terus sukses terus melaju dan Jawa Timur menjadikan provinsi yang aman damai sejahtera,” tambahnya.
Dikatakan, warga Jatim dan khsusnya Bojonegoro patut berbangga, karena Bojonegoro mendapatkan hadiah yang luar biasa UNESCO Global Geopark, punya Kahyangan Api dan berbagai keanekaragaman hayati termasuk keunikan pohon jati.
“Kami menyampaikan salam dari Ibu Gubernur Khofifah dan kita doakan semoga bisa memimpin Jawa Timur dengan baik, selamat dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu Sekda Kab. Bojonegoro Edi Susanto, S. Sos. MSi, menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Jatim khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim yang menempatkan kegiatan ini di Kabupaten Bojonegoro. “Selamat datang di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.
Menurutnya, hari jadi Provinsi Jawa Timur bukan sekedar momentum seremonial lebih dari itu menjadi kesempatan bagi kita untuk mengenang perjalanan menghargai perjuangan serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Jawa Timur.
“Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki kekayaan budaya luar biasa mulai dari seni tradisi musik tari bahasa kuliner hingga berbagai bentuk ekspresi budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat salah satu kekayaan budaya yang sangat dekat dengan masyarakat adalah campursari malam hari ini,” ujarnya.
Berlangsung Meriah
Kegiatan Campursari di Desa Jawik Bojonegoro berlangsung meriah. Ada sekitar 100 UMKM Kabupaten Bojonegoro yang sekitarnya yang berjualan disekitar lokasi acara.
Catatan yang masuk, rata rata memperoleh pemasukan Rp 900000- Rp 1.000.000/ tenant. Juru parkir yang memperoleh penghasilan pada kegiatan ini 2000/motor x 300 = Rp 6.000.000, begitu juga dengan Hotel sekitar Kab Ngawi dan Bojonegoro juga terkena dampak dari kegiatan
Acaranya sukses dengan melihat antusias masyarakat Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, ramai suasana di lingkungan Desa ada sekitar 1000 penonton yang hadir karena kecintaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro terhadap Seni Budaya lokal Tradisi, khususnya Campursari yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Mereka yang memadati lokasi acara yang masih berharap akan terus diadakan kembali kegiatan kegiatan seni budaya tradisi lokal seperti ini sebagai upaya pelestarian warisan seni budaya tradisi lokal daerah dalam rangka Hari Jadi Jawa Timur ke 81, yang menampilkan pelaku budaya lokal tradisi Kabupaten Jawa Timur. (nto/rls)