JATIMPOS.CO/MANADO- Tarian Rujak Uleg asal Surabaya tampil memukau pada misi dagang Pemprov Jatim di Manado Sulawesi Utara, Rabu (4/6/2026). Tarian binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim ini dibawakan oleh 5 (lima) penari dengan menggunakan manset dan legging.
Misi dagang dipimpin Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Peserta pada misi dagang ini sebanyak 158 pelaku usaha yang terdiri dari 100 dari Sulawesi Utara dan 58 pelaku usaha dari Jawa Timur. Dari Sulut dipimpin Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. Wakil Gubernur Sulut
Tari rujak uleg menggambarkan sosok seorang pedagang rujak uleg yang sedang menjalani seluruh proses pembuatan secara bertahap, dimulai dari menyiapkan alat dan bahan, mencuci peralatan, meracik bumbu, memotong bahan-bahan segar, hingga proses mengulek yang menjadi inti dari pembuatan rujak uleg.
Karya ini memperkenalkan salah satu kuliner khas Kota Surabaya, yaitu rujak uleg, makanan tradisional yang dikenal dengan cita rasa khas dari bumbu kacang yang diolah melalui proses diulek secara langsung.
Tahap akhir ditunjukkan melalui proses pembungkusan menggunakan pincuk daun pisang sebagai simbol sajian rujak uleg yang siap dinikmati dan dibeli oleh masyarakat. Karya ini menjadi representasi keseharian, tradisi kuliner, serta nilai budaya lokal Surabaya yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Keunikan rujak uleg tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada proses pengolahannya yang masih mempertahankan cara tradisional, mulai dari meracik bumbu, memotong bahan, hingga menguleknya menggunakan cobek dan ulekan.
Setelah selesai diolah, rujak kemudian disajikan dan dibungkus menggunakan pincuk dari daun pisang sebagai bentuk kemasan tradisional yang sederhana namun sarat nilai budaya.
Selain tari rujak uleh juga ditampilkan GONDHO SUROBOYO menjadi upaya merawat ingatan tentang Surabaya yang hidup melalui keseharian manusianya. Karena pada akhirnya, sebuah kota akan selalu tinggal melalui apa yang pernah disentuh, didengar, dan dicium oleh ingatan manusia.
Juga peragaan batik & fashion Surabaya yakni batik nusantara pimpinan Ibu Sri Yuliati. Peraga busana dari Raka-Raki Jawa Timur sebanyak 5 orang binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur
Misi Dagang ke-4
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dr. Iwan, S. Hut., MM mengemukakan, misi dagang di Sulawesi Utara ini adalah misi dagang yang ke-4 ditahun 2026 setelah Jakarta, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah, dan yang keempat adalah Sulawesi Utara. Tahun ini kita akan melaksanakan misi dagang sebanyak 11 kali dan 3 kali di luar negeri.
Tentunya ini adalah misi dagang ke 52 kali, karena Gubernur Jawa Timur sudah memulai dari tahun 2019 sampai 2026. Pada hari ini akan dilakukan penandatangana Perjanjian Kerjasama (PKS), ada 2 OPD dan 1 asosiasi karena yang lainnya masih berlaku. Karena tahun 2022 kita juga melakukan misi dagang di Manado.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengemukakan, misi dagang ini sudah berjala 4 tahun dari tahun 2022, dan selama ini banyak sekali kedekatan sinergi yang telah terbangun.
Tentunya masih ada PR yang harus dilakukan dari komitmen menjadi realisasi. “Jadi jangan manis di depan lalu tidak terealisasi. Tetapi ini adalah langkah awal yang luar biasa karena kita lihat datanya cukup detail,” kata Wagub.
Menurutnya, Jawa Timur datang tidak hanya datang membawa penjual, tapi juga hadir jadi pembeli. Karena kita percaya bahwa pondasi dari ekonomi bangsa kita yang kokoh adalah hubungan dagang yang bersifat win win, hubungan dagang yang memperkuat perekonomian dari kedua wilayah.
“Ini semangat yang ingin kita wujudkan. Jangan terpaku seandainya hari ini angka transaksi Jawa Timur besar, kita akan terus berkomunikasi karena kapal yang berangkat kesini mengantar barang, pulang ke Jawa Timur juga harus bawa barang,” ungkapnya. (sa)