JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN — Deru ribuan mesin Vespa memecah suasana sore di Balai Kota Madiun, Jumat (29/5/2026). Asap tipis knalpot mengepul di udara, sementara para scooterist dari berbagai daerah di Indonesia saling menyapa layaknya saudara lama yang kembali bertemu.

Sekitar 15.000 pecinta Vespa memadati Kota Pendekar dalam agenda Rolling Thunder Jambore Nasional Vespa dan 25th Anniversary Black Scooter Gagak Rimang Kota Madiun. Namun, kegiatan tahun ini terasa berbeda. Bukan sekadar konvoi otomotif, para peserta diajak menjelajahi wisata religi dan sejarah yang menjadi bagian penting identitas Kota Madiun.

“Mesin boleh tua, tapi solidaritas tetap nomor satu,” ujar salah seorang peserta sambil tersenyum di sela perjalanan.

Rolling Thunder dimulai dari Balai Kota Madiun. Ribuan Vespa bergerak perlahan menyusuri jalanan kota menuju sejumlah destinasi religi dan budaya, mulai dari kawasan Wisata Makam Kuncen hingga Wisata Makam Kuno Taman yang dikenal memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Suasana perjalanan terasa unik. Di tengah gemuruh kendaraan klasik, para peserta justru disuguhkan nuansa religi dan refleksi sejarah. Banyak scooterist yang mengaku baru pertama kali mengikuti touring dengan konsep seperti itu.

Salah satunya dirasakan Sakti Ari Seno, eks gitaris band Sheila On 7. Baginya, perjalanan tersebut meninggalkan pengalaman yang berbeda dibanding kegiatan Vespa pada umumnya.

“Buat saya sangat berkesan. Karena ini naik Vespa dari masjid ke masjid. Silaturahmi orang-orang saleh. Pertama ke Makam Kuncen, lalu ke Makam Kuno di Taman. Itu leluhur-leluhur yang menjadi sebab Kota Madiun ini ada. Masyaallah, ini pengalaman pertama saya,” ujarnya.

Para pecinta Vespa dalam agenda Rolling Thunder Jambore Nasional Vespa dan 25th Anniversary Black Scooter Gagak Rimang mengunjungi wisata religi di Makam Kuno Taman.(ist).

Menurut Sakti, Rolling Thunder di Kota Madiun menghadirkan sesuatu yang tidak sekadar hobi otomotif, melainkan juga perjalanan spiritual dan budaya.

“Kalau biasanya Vespa ya Vespa saja. Tapi di sini ada sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun menilai kegiatan tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kota Madiun dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia mengatakan, event komunitas berskala nasional seperti Gagak Rimang mampu menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.

“Teman-teman Gagak Rimang bikin event yang bisa mengajak orang datang ke Kota Madiun. Ini sesuai cita-cita pemerintah kota, yaitu kota pariwisata,” ujarnya.

Menurut Bagus Panuntun, ribuan peserta yang datang selama tiga hari pelaksanaan kegiatan akan memberikan efek positif bagi sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga pusat oleh-oleh di Kota Pendekar.

“Event ini sangat bermanfaat, khususnya bagi para pelaku ekonomi. Saya yakin mereka merasakan dampaknya,” kata dia.

Tidak hanya itu, Bagus Panuntun juga optimistis kegiatan komunitas seperti ini mampu memperluas promosi Kota Madiun hingga tingkat nasional.

“Event Vespa tiga hari ini akan terus memperkenalkan Kota Madiun nantinya di seluruh dunia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rolling Thunder Gagak Rimang, Agus Panca, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan antar-scooterist dari seluruh Nusantara.

Ia berharap semangat solidaritas yang selama ini melekat pada komunitas Vespa dapat terus terjaga melalui kegiatan positif yang mendukung promosi daerah.

“Kita satukan bersama dengan kegiatan ini. Memajukan cita-cita kita, yaitu ber-Vespa di seluruh wilayah dan satu Vespa satu saudara,” ujarnya.

Perjalanan Rolling Thunder akhirnya berakhir di Stadion Wilis sebagai lokasi puncak perayaan 25th Anniversary Black Scooter Gagak Rimang. Berbagai hiburan komunitas, temu anggota, hingga pentas kebersamaan menutup rangkaian acara dengan meriah.

Di balik suara mesin Vespa lawas yang meraung di jalanan Kota Pendekar, terselip pesan tentang persaudaraan, budaya, dan kecintaan terhadap kota. Rolling Thunder tahun ini membuktikan bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan touring dan hobi kendaraan klasik, tetapi juga bisa menjadi media promosi wisata, sejarah, dan penggerak ekonomi daerah.

Kota Madiun pun tidak sekadar menjadi tempat singgah ribuan scooterist. Kota ini berubah menjadi ruang perjumpaan, tempat cerita lama dan semangat persaudaraan bertemu dalam satu irama mesin Vespa yang terus melaju.(Adv/jum).