JATIMPOS.CO/MALANG — Ratusan pemain muda dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti seleksi terbuka Banteng Jatim FC U-17 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (8/3/2026). Hingga hari pelaksanaan,  tercatat sekitar 1.000 pendaftar mengikuti proses penjaringan pemain.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Asisten Manajer Banteng Jatim FC U-17, Eri Irawan, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda terhadap sepak bola di Jawa Timur.

“Hingga hari ini sudah ada sekitar 1.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi,” ujarnya.

Ia menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat. “Jawa Timur ini gudang talenta sepak bola. Para peserta yang mengikuti seleksi menunjukkan kemampuan yang sangat baik di berbagai posisi,” katanya.

Seleksi tersebut merupakan bagian dari program penjaringan pemain untuk memperkuat tim Banteng Jatim FC U-17 yang dipersiapkan mengikuti Soekarno Cup 2026 di Surabaya pada Juli mendatang.

Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, menjelaskan para peserta dinilai oleh tim pelatih berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan teknik, kondisi fisik, hingga pemahaman permainan.

“Kami ingin menjaring talenta-talenta muda berbakat dari wilayah Jawa Timur, khususnya dari Malang dan sekitarnya,” katanya.

Sebelum proses seleksi dimulai, panitia bersama peserta terlebih dahulu menggelar tabur bunga di Stadion Kanjuruhan untuk mengenang korban Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

“Sepak bola bukan sekadar kompetisi. Ada nilai persaudaraan dan kemanusiaan yang harus dijaga. Karena itu kami mengajak para peserta untuk sejenak mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan melalui tabur bunga sebelum seleksi dimulai,” kata Daniel.

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Peristiwa tersebut menelan lebih dari 130 korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Melalui seleksi terbuka ini, manajemen berharap dapat menemukan pemain muda potensial yang nantinya akan dibina secara berkelanjutan. Selain pengembangan kemampuan teknis, program pembinaan juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta nilai sportivitas bagi para pemain muda. (zen)