JATIMPOS.CO/BOGOR- Awalnya terasa asing sebutan “retret” tetapi kemudian menjadi berita tranding ketika seluruh Menteri Kabinet Presiden Prabowo di-retret di Akmil Magelang. Setelah itu Presiden Prabowo memerintahkan seluruh Kepala Daerah (Gubernur, Bupati hingga Wali Kota dan wakilnya) yang baru terpilih untuk di-retret pula di Akmil Magelang.
Berikut ini catatan Syaiful Anam, pimpinan media jatimpos.co dan pewartapos.com yang selesai mengikuti retret di Kementerian Pertahanan RI.
Ingin tahu lebih mendalam : di-retret itu di-apakan?. Alhamdulillah keinginan terkabul ketika Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI menyelenggarakan retret. Setiap PWI Provinsi diminta mengirimkan 2 (dua) utusan terdiri Ketua dan Sekretaris untuk di-retret di Akmil Magelang.
Kemudian ada tambahan kuota (bukan hanya dua). Tempatnya pun berubah ke Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, di Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Waktunya mulai 29 Januari 2026 hingga 1 Februari 2026.
Pada 29 Januari 2026, panitia mengumumkan : peserta retret harus berkumpul jam 05.00 WIB di Kantor Kemenhan RI Jl. Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat. Selesai sholat subuh langsung kesitu untuk registrasi. Tercatat 162 wartawan senior dari PWI Provinsi seluruh Indonesia.
Berangkat menggunakan bus milik Kemenhan dan tiba di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, Cibodas Kabupaten Bogor sekitar jam 10.15 WIB. Begitu turun bus, langsung masuk aula untuk menerima penjelasan tata tertib dari perwira TNI.
Sesungguhnya ketika di bangku sekolah sudah diajari bagaimana disiplin baris berbaris misalnya. Tetapi ketika pemandu perwira TNI menjelaskan lagi, terasa “memperbaharui” sesuatu yang sudah usang tetapi penting bagi kita. “Disini pentingnya mengikuti satu komando, sehingga tertib. Jika semua memberi komando yang berbeda-beda tentu membingungkan,” ujar pemandu.
Pimpinan komando dipilih bersama. Yang mengandung makna hasil musyawarah atau pilihan rakyat sebagai pimpinan untuk diikuti komandonya.
Begitu juga sikap disiplin. Bila tidak, maka lalai atau mengabaikan tugas dan tanggungjawab. Disiplin disini diwujudkan misalnya jam 04.00 sudah harus berada di lapangan untuk olahraga. Begitu terdengar adzan subuh, olahraga berhenti dan melakukan sholat subuh.
Jam 06.00 menuju ruang makan untuk sarapan pagi, dilanjutkan apel pagi penghormatan bendera merah putih pada pukul 07.00. Dan dilanjutkan masuk aula pertemuan untuk mendengarkan pemaparan materi.
Nasionalisme
Retret berasal dari bahasa Prancis "la retraite" yang berarti menyepi, atau menjauhkan diri. Dalam Agama berarti merenung, meditasi atau berdo’a. Secara umum retret bisa diartikan menenangkan diri dalam suasana sepi untuk “refseh” jiwa raga.

Peserta retret mencium bendera merah putih saat acara “Api Semangat Bela Negara”
-----------------------
Retret kebangsaan berarti refresh kembali untuk lebih cinta tanah air dan bela negara. Kelihatan sederhana tetapi dampaknya sangat dahsyat. Dalam konteks jurnalisme, betapa pentingnya produk jurnalistik dilandasi cinta tanah air dan bela negara.
Dalam keseharian dijumpai produk jurnalitik dan terutama media sosial isinya memprovokasi dan bahkan merusak tatanan bangsa dan negara. Tentu bukan untuk kemajuan Indonesia tetapi justru mengacaukan.
Ada sejumlah pemateri kompeten diawali para perwira TNI memaparkan cinta tanah air dan bela negara. Hingga sejumlah Menteri Kabinet Prabowo hadir memaparkan kondisi strategis yang dialami langsung dalam pembangunan Indonesia.
Retret kali ini dalam konteks jurnalisme kaitannya dengan bela negara. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Syamsudin menyebut ancaman negara tidak hanya bersifat militer tetapi non militer, fisik dan non fisik.
Ancaman tersebut semakin kompleks seiring derasnya arus informasi dan dinamika global yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, Menhan menyebut insan pers memiliki peran strategis sebagai “penjuru perang opini” yang tengah dihadapi bangsa.
Menhan juga menekankan bahwa semangat bela negara perlu ditopang oleh disiplin. Bahwa di era transformasi digital, tantangan yang dihadapi insan pers tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga penguatan nasionalisme kebangsaan.
Rangkaian materi yang disampaikan para narasumber memberikan gambaran menyeluruh tentang tantangan bangsa saat ini. Keseluruhan itu menegaskan bahwa pembangunan nasional dan ketahanan negara saling terkait serta memerlukan dukungan dan sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk peran strategis insan pers.
Hari terakhir jelang penutupan, peserta Retret mengikuti acara “Api Semangat Bela Negara” (ASBN) yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
Peserta dari berbagai daerah Indonesia dari beragam suku, agama dan golongan bergandengan tangan. Menyalakan api unggun, menaikkan dan mencium bendera merah putih secara bergantian.
Acara di keheningan malam terasa makin khidmat dengan iringan lagu kebangsaan, pembacaan puisi persatuan Indonesia dan doa, meneguhkan : Kita Bersatu Membangun Negeri. (Syaiful Anam – Sekretaris PWI Jatim – Ketua JMSI Provinsi Jatim - pimpinan media jatimpos.co dan pewartapos.com)