JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas Kota Kulon, Kabupaten Bondowoso, terus berjalan dengan pelayanan yang disiapkan secara terstruktur. Hingga saat ini, sebanyak 7.766 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Kepala Puskesmas Kota Kulon Bondowoso, drg. Ahmad Mansur, mengatakan pelaksanaan CKG di wilayah kerjanya berjalan dengan baik sejak program tersebut resmi diluncurkan.

Menurutnya, kesiapan pelayanan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui koordinasi dan monitoring terus memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama mampu memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat.

"Pelaksanaan program di Puskesmas Kota Kulon berjalan dengan baik dan terstruktur sejak resmi diluncurkan," kata Ahmad Mansur, Kamis (10/9/2026). 

Pelayanan CKG diberikan kepada seluruh kelompok masyarakat dengan jenis pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan kesehatan masing-masing kelompok.

Di tingkat bayi baru lahir, bayi dan balita, misalnya, pelayanan mencakup skrining kelainan bawaan, pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, serta pengecekan status imunisasi.

Sementara untuk anak sekolah, pemeriksaan diarahkan pada sejumlah aspek kesehatan dasar. Di antaranya pemeriksaan indra, kondisi gigi, status gizi, skrining anemia dan pemeriksaan gula darah.

Adapun bagi kelompok dewasa dan lansia, cakupan pemeriksaan lebih luas. Petugas melakukan pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol, fungsi ginjal, hingga pemeriksaan fungsi paru terkait TBC dan PPOK.

Pelayanan juga mencakup deteksi dini sejumlah penyakit kanker, seperti kanker payudara, leher rahim dan usus. Untuk lansia, pemeriksaan ditambah dengan deteksi risiko geriatri.

"Seluruh kelompok masyarakat sangat dianjurkan untuk melakukan CKG mengingat manfaat dari program ini," ujarnya.

Dinas Kesehatan menargetkan 46 persen dari jumlah penduduk wilayah kerja Puskesmas Kota Kulon untuk mendapatkan layanan CKG. Dari jumlah penduduk sebanyak 24.770 jiwa, target pelayanan ditetapkan sebanyak 11.374 orang.

Dengan capaian 7.766 orang yang telah mendapatkan pemeriksaan, Puskesmas Kota Kulon masih terus mendorong masyarakat yang belum memanfaatkan layanan tersebut untuk datang dan melakukan pemeriksaan.

Menurutnya, CKG tidak hanya ditujukan bagi warga yang sedang mengalami keluhan kesehatan. Pemeriksaan juga penting dilakukan oleh masyarakat yang merasa sehat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

"Pemeriksaan rutin sangat penting sebagai langkah promotif dan preventif, atau pencegahan," katanya.

Pelayanan CKG di Puskesmas Kota Kulon juga tidak berhenti setelah pemeriksaan dilakukan. Warga yang diketahui memiliki indikasi masalah kesehatan akan mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing.

Tindak lanjut tersebut dapat berupa konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan, pemberian edukasi serta intervensi gaya hidup sehat, terapi obat, maupun rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila membutuhkan penanganan dokter spesialis.

Dengan pola pelayanan tersebut, Puskesmas Kota Kulon tidak hanya berperan sebagai tempat pemeriksaan, tetapi juga memastikan warga mendapatkan penanganan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan. 

" Program CKG diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mendorong kesadaran untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, " Pungkasnya. (Eko)