JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Video yang memperlihatkan sejumlah siswa menuangkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam sebuah gerobak viral di media sosial. Video tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa makanan program MBG sengaja dibuang oleh siswa di MTsN 4 Bondowoso.

Pihak sekolah membantah anggapan tersebut. Kepala MTsN 4 Bondowoso, Dra. Qurniatul Fathiyah, mengatakan video yang beredar tidak menggambarkan rangkaian kejadian secara utuh. Menurut dia, ada konteks yang perlu diketahui sebelum masyarakat menarik kesimpulan mengenai peristiwa tersebut.

Video itu diduga direkam oleh seseorang yang memarkirkan kendaraan dinas Pemerintah Kabupaten Bondowoso di halaman MTsN 4 Bondowoso, Kecamatan Wonosari. Saat itu, berlangsung kunjungan kerja Wakil Menteri ke Gapoktan Al-Barokah di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, pada Senin (20/7/) kamarin. 

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah siswa menuangkan sisa makanan MBG dari wadah makan atau ompreng ke sebuah gerobak. Di dalam gerobak juga tampak kotak makanan beserta sisa nasi dan lauk.

Rekaman itu kemudian menyebar di sejumlah platform media sosial dan memunculkan beragam komentar dari masyarakat mengenai pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

Qurniatul menjelaskan, kondisi pada hari itu berbeda dari biasanya. Akses menuju sekolah mengalami kepadatan dan kemacetan karena adanya kegiatan kunjungan kerja. Bahkan, halaman sekolah digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan tamu sehingga berdampak terhadap proses distribusi makanan MBG.

Menurut dia, pihak SPPG Tumpeng sebelumnya telah menghubungi sekolah melalui pesan WhatsApp untuk menginformasikan bahwa pengiriman makanan mengalami keterlambatan akibat akses jalan yang ditutup dan kondisi lalu lintas yang padat.

Keterlambatan tersebut membuat sebagian siswa sudah lebih dulu membeli makanan di koperasi sekolah. Akibatnya, ketika paket MBG tiba, sebagian siswa dalam kondisi sudah kenyang sehingga makanan yang diterima tidak seluruhnya dikonsumsi.

" Ketika MBG datang, kemungkinan sebagian anak-anak sudah kenyang sehingga makanan yang dikonsumsi hanya sebagian dan tidak sampai habis," ujar Qurniatul Fathiyah.

Ia mengatakan, sisa makanan yang terlihat dalam video bukanlah makanan yang sengaja dibuang oleh para siswa. Sisa makanan tersebut dikumpulkan oleh pihak sekolah dan kemudian dibawa pulang oleh beberapa guru yang memiliki ternak ayam untuk dimanfaatkan sebagai pakan.

" Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar," katanya.

Qurniatul juga menyayangkan munculnya narasi yang menurutnya dapat membentuk persepsi negatif terhadap sekolah. Ia khawatir video yang beredar tanpa konteks tersebut membuat masyarakat mengira MTsN 4 Bondowoso tidak mendukung pelaksanaan program MBG.

Padahal, kata dia, MTsN 4 Bondowoso merupakan salah satu sekolah yang sangat membutuhkan program tersebut. Ia menyebut masih ada siswa yang mengalami kondisi lemas hingga pingsan karena belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Menurut Qurniatul, kondisi itu menunjukkan bahwa keberadaan program MBG memberikan manfaat bagi peserta didik, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Karena itu, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan program MBG dan berharap program tersebut dapat terus berjalan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar di media sosial.

"Jangan melihat hanya dari potongan rekaman. Sebaiknya pahami dulu kronologi secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Tumpeng, Amelia Putri, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui secara pasti penyebab makanan dalam video tersebut tidak habis dikonsumsi.

"Kami akan menelusuri ulang apa penyebabnya," kata Amelia saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Ia mengatakan, penelusuran dilakukan untuk memastikan informasi yang berkembang sesuai dengan fakta di lapangan sebelum kesimpulan mengenai kejadian tersebut diambil.(Eko)