JATIMPOS.CO/KOTA PASURUAN – Pemerintah Kota Pasuruan mulai mematangkan arah pembangunan lima tahun ke depan melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi Pasuruan Anugrah, yang menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta kesejahteraan masyarakat, Selasa (21/7/2026).

Pembahasan RPJMD melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyelaraskan program dan kegiatan dengan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan untuk periode 2026–2027.

Dalam paparan yang disampaikan pada forum tersebut, visi Pasuruan Anugrah mengusung semangat Aktif Pelayanan Publiknya, Mandiri Ekonominya, Guyub Warganya dan Indah Kotanya. Visi itu diterjemahkan ke dalam lima misi strategis yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan daerah.

Misi pertama menitikberatkan pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif serta berbasis digital. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

Misi kedua diarahkan pada penguatan sumber daya manusia melalui akses pendidikan dan layanan kesehatan yang inklusif. Pemkot Pasuruan menargetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 79,52 pada 2025 menjadi 79,63 pada 2026 dan mencapai 80,46 pada 2027.

Selanjutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal menjadi fokus pada misi ketiga. Pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi naik dari 5,52 persen pada 2025 menjadi 5,60 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 5,70 persen pada 2027.

Misi keempat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan kemiskinan, penurunan kesenjangan sosial, serta penguatan peran kepemudaan dan kebudayaan sebagai modal pembangunan daerah.

Sementara itu, misi kelima berfokus pada pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial yang berkelanjutan guna mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih nyaman, tertata dan berdaya saing.

Selain lima misi pembangunan, RPJMD juga memuat 19 sasaran dan 24 indikator pembangunan daerah. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain nilai SAKIP, Indeks Kepuasan Masyarakat, usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah serta indeks pembangunan gender.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan RPJMD harus menjadi panduan seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program pembangunan agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Setiap target yang telah ditetapkan harus diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur dan berdampak nyata. Kita ingin pembangunan Kota Pasuruan berjalan efektif serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Adi Wibowo.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Pasuruan Nawawi meminta seluruh OPD memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mencapai indikator pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

“Keberhasilan visi Pasuruan Anugrah tidak bisa dicapai oleh satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan kerja sama, inovasi dan komitmen bersama agar target pembangunan dapat terwujud sesuai rencana,” ujar Nawawi. (shl)