JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar pertemuan penting dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin (20/07/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menerima langsung kunjungan Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., beserta jajarannya. Pertemuan tatap muka ini bertujuan untuk mematangkan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan tinggi vokasi, di wilayahnya.

Oleh karena itu, agenda strategis hari ini menjadi langkah tindak lanjut nyata dari kesepakatan sebelumnya. Melalui pertemuan ini, kedua pihak mempersiapkan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten Situbondo. Selanjutnya, mereka membahas kesiapan sarana dan prasarana penunjang secara mendalam. Pembahasan tersebut menjadi dasar utama dalam pengajuan usulan resmi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Terkait hal itu, Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., berharap seluruh proses administrasi berjalan lancar. Selain itu, ia ingin persiapan di lapangan sesuai dengan rencana awal.

"Target kami, Kampus 7 Polije di Situbondo sudah mulai aktif paling lambat pada tahun depan," ujar Saiful Anwar dalam pertemuan hari ini.

Di samping itu, ia menegaskan komitmen penuh pihak Polije untuk mengawal seluruh tahapan syarat operasional. Langkah ini bertujuan agar proses perizinan di kementerian tidak menemui kendala berarti.

"Kerja sama ini menjadi langkah besar. Dengan demikian, kami dapat memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas bagi masyarakat Situbondo," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyambut baik capaian kesepakatan prinsip tersebut. Sebab, kehadiran Polije menandai sejarah baru sebagai perguruan tinggi vokasi negeri pertama di Kabupaten Situbondo. Maka dari itu, pemerintah daerah menyatakan kesiapan penuh untuk bergerak cepat. Mereka segera menyusun regulasi, memperkuat kelembagaan, dan menyediakan fasilitas pendukung.

Namun, untuk mengejar target operasional, pemerintah daerah telah menyiapkan skema lokasi. Sebagai langkah awal, pihak Pemkab menyediakan tempat sementara di pusat kota. Tempat ini berfungsi untuk memenuhi persyaratan operasional awal. Sementara itu, kampus permanen nantinya akan berdiri megah di wilayah Besuki. Bupati yang akrab disapa Mas Rio ini memproyeksikan dampak positif yang besar dari proyek tersebut.

"Kehadiran Kampus 7 Polije ini menjadi motor penggerak utama pembangunan daerah. Karenanya, pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan siap kerja," tegas Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan jurusan kuliah akan menyesuaikan karakteristik kekayaan alam lokal. Hal ini dilakukan demi menyerap tenaga kerja secara maksimal.

"Oleh sebab itu, kami memprioritaskan program studi pertanian, perikanan, perkebunan tebu, kopi, dan tembakau. Semua untuk mendukung kebutuhan industri daerah," tutup Rio. (Ari)