JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER - Pantai Selatan Jawa wilayah Kabupaten Jember yang masuk objek wisata nasional akan terus dirawat dan dibersihkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai standarisasi kebersihan objek wisata nasional. Puncaknya Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) memimpin aksi kolaborasi besar-besaran di kawasan Pantai Selatan Jember, Sabtu (07/06/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak sinergitas antara jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, TNI, Polri, serta masyarakat dalam menjaga aset alam daerah.
Dalam arahannya, Gus Fawait menekankan bahwa Jember dianugerahi garis pantai terpanjang kedua di Jawa Timur. Namun, potensi luar biasa ini seringkali terkendala oleh masalah klasik, yaitu sampah. Menurutnya, kebersihan bukan sekadar masalah estetika, melainkan wajah Indonesia di mata wisatawan internasional.
"Sesuai arahan Presiden, hari ini saya bersama Pak Kapolres, jajaran TNI, dan seluruh elemen turun langsung. Kita tahu Jember punya kekayaan alam luar biasa, tapi kadang wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa kecewa dengan kondisi kebersihan pantai kita. Hari ini kita tegaskan bahwa Jember berkomitmen penuh untuk berubah," ungkap Gus Fawait disela aksi bersih-bersih tersebut.
Ada yang berbeda dalam aksi kali ini. Pemkab Jember secara khusus melibatkan ratusan pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari SMP, MTs, SMA, SMK, hingga Aliyah. Pelibatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini kepada generasi penerus.
"Kita tidak hanya membersihkan pantai hari ini, tapi kita sedang melatih dan mengajari anak-anak kita, generasi muda Jember, agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan. Ini adalah bagian dari pembangunan karakter yang akan mereka bawa hingga dewasa nanti," imbuhnya.
Aksi ini ditegaskan bukan sekadar seremonial sesaat. Gus Fawait mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyusun langkah taktis dan strategis untuk mengatasi masalah sampah secara permanen.
"Pemkab telah memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun peta jalan penanggulangan sampah yang jelas dan Program kebersihan dan lingkungan hidup akan diperkuat secara signifikan pada Anggaran Perubahan 2026 dan APBD murni tahun 2027," jelasnya.
Gus Fawait optimis bahwa dalam 4 hingga 5 tahun ke depan, Jember akan bertransformasi menjadi kabupaten yang jauh lebih bersih dan ramah lingkungan.
Selain fokus pada sampah, Gus Fawait juga menyoroti kesemrawutan kota. Melalui Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, Pemkab mulai melakukan audit terhadap papan reklame (billboard) dan jaringan kabel udara.
"Kita sedang memetakan billboard mana yang berizin dan mana yang tidak. Yang melanggar aturan akan segera kita bersihkan. Selain itu, kami punya rencana jangka panjang untuk memindahkan kabel-kabel yang berserakan di atas ke dalam tanah (underground cabling). Membangun Indonesia harus dimulai dari kebersihan dan tata ruang yang rapi," tegas Gus Fawait.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat Jember sebagai destinasi wisata unggulan dan berstandar internasional. (Ari)
