JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun memboyong 33 jenis layanan publik ke Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, melalui program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja), Selasa-Rabu (19-20/8/2026). Program ini menjadi upaya pemerintah mendekatkan pelayanan sekaligus menyerap langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diawali senam bersama dan pertunjukan budaya lokal, termasuk seni pencak silat yang menjadi identitas Kampung Pesilat Indonesia. Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi bersama Forkopimda dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) hadir langsung di tengah masyarakat.
Tidak hanya menghadirkan layanan, Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran OPD juga menginap di Desa Teguhan selama kegiatan berlangsung. Berbagai pelayanan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, administrasi kependudukan, perizinan, pertanahan, dan kepastian hukum dapat diakses warga tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan pemerintah juga bekerja sama dengan Polres Madiun untuk menghadirkan layanan perpanjangan SIM di lokasi kegiatan. Namun, pembuatan SIM baru tetap dilakukan di Polres Madiun karena membutuhkan tes dan fasilitas khusus.
Selain pelayanan publik, Pemkab Madiun menggelar pasar murah untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, insya Allah akan kita penuhi,” ujar Hari Wur, panggilan akrab Bupati Madiun.
Hari Wur mengatakan potensi Desa Teguhan yang cukup besar akan terus didukung, termasuk melalui kemudahan perizinan bagi pelaku usaha dan kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Ia juga mengapresiasi budaya guyub rukun dan gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
Menurutnya, pelayanan yang dibawa langsung ke desa merupakan bentuk kehadiran pemerintah agar masyarakat memperoleh akses layanan secara lebih mudah. Ia juga menekankan pentingnya penanganan stunting sebagai bagian dari persiapan generasi emas Kabupaten Madiun menuju 2045.
“Generasi emas tahun 2045 harus kita siapkan mulai saat ini. Tidak bisa tiba-tiba menjadi, tetapi membutuhkan persiapan yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengajak warga memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan umum, tekanan darah, gula darah, hingga layanan dokter spesialis. Deteksi dini, kata dia, penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius.
dokter Pur, panggilan akrab Wabup Madiun ini juga mengingatkan masyarakat mewaspadai hipertensi dan diabetes serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan. Selain itu, pemeriksaan TBC menggunakan mobil rontgen turut disediakan untuk mendeteksi penyakit secara lebih dini.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu takut menjalani pemeriksaan TBC karena penyakit tersebut dapat disembuhkan melalui pengobatan yang tepat dan teratur. Warga diminta mewaspadai gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, keringat dingin pada malam hari, dan penurunan nafsu makan.
Ia juga mengajak orang tua membawa anak-anak untuk diperiksa guna mendeteksi gangguan pertumbuhan dan perkembangan atau stunting. Ia menyebut angka stunting di Kabupaten Madiun telah mengalami penurunan dan kini berada di bawah rata-rata Jawa Timur.
Untuk menjaga kondisi tersebut, ia mengingatkan pentingnya asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Masyarakat diminta memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis di Puskesmas agar kesehatan keluarga dapat dipantau sejak dini.
Sementara itu, Kepala Desa Teguhan Abdullah Al Baiti mengapresiasi perhatian Pemkab Madiun terhadap desanya. Ia menyebut sejumlah program seperti penerangan desa, mobil siaga, perbaikan jalan, dan pembangunan drainase telah dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Teguhan maupun masyarakat sekitar.
Abdullah Al Baiti berharap pembangunan di Desa Teguhan terus berlanjut. Ia mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Pemkab Madiun atas berbagai program dan pelayanan yang dihadirkan langsung di desa. (Adv/jum).