JATIMPOS.CO/TUBAN – Latihan mitigasi kebencanaan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Karangagung, Kecamatan Palang menjadi langkah nyata PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar. Sedikitnya ada 40 relawan dari masyarakat setempat mengikuti pelatihan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Senior Manager PLN NP UP Tanjung Awar-Awar, Yunan Kurniawan, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perusahaan dalam pembentukan kapasitas Destana merupakan bentuk komitmen demi keselamatan jangka panjang. Bagi PLN Nusantara Power, membangun ketangguhan komunitas di sekitar wilayah operasional adalah prioritas utama yang berjalan beriringan dengan keandalan operasional perusahaan untuk mewujudkan target Zero Accident serta ketahanan masyarakat yang berkelanjutan

“Kami berharap pelatihan ini tidak sekadar menjadi seremonial semata, melainkan benar-benar melahirkan sumber daya manusia di Desa Karangagung yang sigap, tanggap, dan mampu menjaga keselamatan lingkungannya,” terang Yunan pada awal Juli lalu.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons proaktif terhadap letak geografis Desa Karangagung yang berada di kawasan pesisir, di mana kesiagaan ekstra dari masyarakat setempat menjadi sebuah keharusan dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

Melalui kolaborasi, kedua pihak berkomitmen mendorong kemandirian masyarakat lokal serta memperkuat sistem mitigasi risiko bencana yang terintegrasi bersama pemerintah daerah.

Antusias relawan Destana, tim instruktur ahli dari BPBD Tuban bersama tim Fire and Rescue PLN NP UP Tanjung Awar-Awar memberikan pembekalan komprehensif yang memadukan teori dan praktik langsung di lapangan.

Pada sesi Water Rescue (Penyelamatan di Air), peserta dilatih menguasai teknik pertolongan pertama di perairan, manuver evakuasi korban tenggelam, hingga prosedur penggunaan peralatan keselamatan air secara cepat dan aman.

Sementara pada sesi Fire Fighting (Pemadaman Kebakaran), anggota diajarkan cara memetakan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar, teknik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar, serta simulasi pemadaman api menggunakan perlengkapan standar.

Pelatihan bertujuan mentransformasi masyarakat setempat menjadi garis pertahanan pertama (first responder) yang sigap dan tidak panik saat menghadapi insiden sebelum bantuan berskala besar tiba. (min)