JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, pada 21–22 Juli 2026. Selain menghadirkan puluhan layanan publik gratis, kegiatan ini juga ditandai dengan dukungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban Madiun untuk memperkuat percepatan skrining tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Madiun.

Program yang dipimpin Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi tersebut menjadi penyelenggaraan Bahana Bersahaja yang keenam. Desa Dempelan juga merupakan kampung halaman Bupati Hari Wuryanto.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam komando Kampung Pesilat dan permainan tradisional gobak sodor. Pada malam harinya, Pemkab Madiun menggelar sarasehan bersama masyarakat yang diikuti penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis.

Dalam kesempatan itu, UNS Kampus Caruban Madiun menyerahkan dukungan berupa hilirisasi penelitian dan pengabdian masyarakat super APPS Tibi Smart deteksi dini TBC berbasis citra torax terintegrasi mobile rontgen dan tablet Samsung berisi aplikasi Tibi Smart kepada Bupati Madiun. Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional mobil rontgen milik Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun guna mempercepat skrining TBC di berbagai wilayah.

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi menyapa masyarakat Desa Dempelan, Selasa (21/7/2026) malam.

Dalam sarasehan itu Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan, bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan agar masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu lokasi.

"Besok seluruh kepala OPD akan memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Dempelan. Ini menjadi kesempatan yang baik karena masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintah di satu lokasi," ujar Hari Wuryanto pada Selasa (21/7/2026) malam.

Layanan yang disediakan meliputi administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan gratis, perizinan, koperasi, perdagangan, pertanian, peternakan, hingga pasar murah.

Menurut Hari Wuryanto, kehadiran seluruh OPD di desa merupakan wujud komitmen Pemkab Madiun untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

"Saya bersama Wakil Bupati dan seluruh jajaran OPD memohon maaf apabila selama ini pelayanan yang diberikan belum maksimal. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin baik dan sesuai harapan masyarakat," katanya.

Dalam sarasehan tersebut, Hari Wuryanto juga menyoroti kondisi Pasar Desa Dempelan yang dinilai perlu segera dibangun kembali. Ia meminta Dinas Perdagangan meninjau kondisi pasar dan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan tersebut.

Melalui Bahana Bersahaja, Pemkab Madiun berharap masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan publik secara terpadu. Dukungan UNS terhadap penguatan skrining TBC juga diharapkan mempercepat deteksi dini kasus tuberkulosis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Madiun. (jum).