JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menggelar Madiun Batik Heritage Festival 2026 untuk pertama kalinya di halaman Balai Kota Madiun, Kamis (16/7/2026) malam. Festival bertema "Merajut Warisan, Menenun Masa Depan" itu menjadi upaya memperkuat batik sebagai identitas sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, festival tersebut bukan sekadar ajang memamerkan kain batik, melainkan menghadirkan cerita dan nilai yang terkandung dalam setiap motif batik karya para perajin.
"Saya tidak mengajak panjenengan semuanya untuk melihat kain batik. Tetapi saya ingin mengajak melihat sebuah cerita. Di setiap lembar batik ada doa, harapan, dan identitas Kota Madiun," ujar Bagus Panuntun.
Menurutnya, batik harus menjadi salah satu ikon Kota Madiun, melengkapi kuliner khas seperti pecel, bluder, dan madumongso. Ia berharap wisatawan yang datang ke Madiun kelak tidak hanya membawa oleh-oleh makanan, tetapi juga selembar batik khas daerah tersebut.
Bagus Panuntun juga menyampaikan apresiasi kepada para pembatik yang tergabung dalam Asosiasi Pembatik Madiun karena telah menjaga warisan budaya melalui karya mereka.
Ia menegaskan festival ini merupakan milik masyarakat, bukan hanya pemerintah. Ke depan, Pemkot Madiun berencana mengembangkan cakupan festival secara bertahap, mulai dari tingkat Madiun Raya pada 2027 hingga tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2028.
"Kami punya mimpi suatu saat orang datang ke Madiun bukan hanya mencari wisata, tetapi mencari selembar batik khas Kota Madiun," katanya.
Selain itu, Pemkot Madiun juga mendorong regenerasi pembatik dengan melibatkan pelajar. Bagus mengungkapkan, sejumlah sekolah di Kota Madiun telah menghasilkan karya batik kreatif yang ditampilkan dalam festival tersebut.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mengapresiasi penyelenggaraan festival batik perdana di Kota Madiun.
Menurut Arumi, batik memiliki peluang yang sama besarnya dengan kuliner khas Madiun untuk dikenal hingga mancanegara, asalkan terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
"Potensi batik punya kesempatan yang sama. Kuncinya harus terus dilestarikan dan diregenerasi," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam festival tersebut. Menurutnya, sentuhan kreativitas generasi muda akan membuat batik semakin diminati dan berkembang mengikuti zaman.
Arumi berharap Madiun Batik Heritage Festival dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang sebagai wadah bagi para perajin dan pelaku usaha batik untuk menampilkan karya terbaik sekaligus melahirkan inovasi motif dan pewarnaan baru.
"Selamat Hari Jadi Kota Madiun dan selamat atas penyelenggaraan Madiun Batik Heritage Festival 2026," tuturnya. (jum).