JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Sigit Budiarto resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun definitif oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, di Pendopo Muda Graha, Rabu (29/4/2026).
Mengawali tugas barunya, Sigit Budiarto menegaskan komitmennya untuk segera mengonsolidasikan kinerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sebagai koordinator OPD, ia menilai sinkronisasi tugas pokok dan fungsi menjadi langkah awal untuk mempercepat pencapaian visi-misi kepala daerah.
“Sebagai koordinator OPD, kami akan terus mengonsolidasi seluruh tupoksi untuk pencapaian visi misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu "Bersahaja" (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) yang diturunkan dalam enam misi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya inovasi di setiap OPD, terutama di tengah tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus dijawab dengan kreativitas dan terobosan program.
“Untuk kemajuan daerah, apalagi dalam kondisi fiskal saat ini, dibutuhkan inovasi. Kami mendorong OPD untuk terus berkreasi dan melakukan terobosan guna meningkatkan capaian target sekaligus kualitas pelayanan publik,” katanya.
Sigit juga mengingatkan bahwa seluruh kinerja birokrasi harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut indikator pembangunan dari pemerintah pusat semakin ketat dan menjadi tolok ukur keberhasilan daerah.
“Semua indikator itu pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Itu yang menjadi orientasi utama,” ucapnya.
Selain mendorong inovasi, Sigit mengakui masih adanya sejumlah kekosongan jabatan di beberapa OPD. Ia memastikan hal tersebut akan segera dievaluasi bersama kepala daerah.
“Akan segera kita evaluasi. Ada juga prioritas seperti BPBD yang akan ditingkatkan tipenya setara eselon II, dan itu akan kita bahas bersama DPRD untuk ditetapkan dalam peraturan daerah,” katanya.
Lebih lanjut, ia membuka peluang penataan kelembagaan melalui penggabungan OPD yang memiliki kesamaan fungsi. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi birokrasi tanpa mengurangi efektivitas kinerja.
“Kami mengkaji kesamaan tupoksi agar bisa dipadukan. Semangatnya efisiensi, dengan jargon ‘miskin struktur kaya fungsi’, sehingga pemerintahan lebih efektif, efisien, dan tetap kuat dalam fungsi,” ujar Sigit. (jum).
