JATIMPOS.CO/BOJONEGORO — Kabupaten Bojonegoro menempati peringkat kedua nasional dalam penyerapan pupuk organik (Petroganik). Hal ini disampaikan dalam kegiatan Gebyar Petroganik 2026 bertema “Tingkatkan Produktivitas Pertanian Bojonegoro”, Selasa (28/4/2026), di Gedung Serbaguna Baresta, Jalan Monginsidi.

Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi petani dan distributor yang dinilai berkontribusi dalam menjaga kualitas lahan pertanian. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), pada 2026 Bojonegoro memperoleh alokasi pupuk organik sebanyak 13.948 ton.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan capaian tersebut menunjukkan meningkatnya pemanfaatan pupuk organik oleh petani.

"Pencapaian ini menandakan petani kita sadar akan manfaat pupuk organik. Penggunaan Petroganik bukan hanya soal hasil panen, tapi juga tentang menjaga kesehatan tanah untuk masa depan pertanian kita," ujar Nurul Azizah.

Meski demikian, sektor pertanian Bojonegoro menghadapi tantangan terkait sumber daya manusia (SDM). Data menunjukkan jumlah petani menurun dari 366.484 orang pada 2013 menjadi 333.951 orang pada 2023.

Hingga 2026, mayoritas petani di Bojonegoro berada pada kelompok usia di atas 60 tahun.

Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro terus mendorong penggunaan teknologi modern seperti alat transplanter untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja di sawah.

Perwakilan PT Pupuk Indonesia Wahyu Dimas Adi Prakoso menyatakan distribusi pupuk berjalan lancar dan telah melalui verifikasi pemerintah daerah.

"Stok pupuk untuk periode April hingga Mei sangat mencukupi. Dari kurang lebih 300 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), sebanyak 82 persen sudah memiliki stok di atas 1 ton. Jadi, petani tidak perlu khawatir," tegas Wahyu.

Mitra Himpunan Produksi Pupuk Organik (HIMPO) Wahyu Aryo menambahkan, tingginya serapan pupuk organik di Bojonegoro dalam dua tahun terakhir menjadi dasar dukungan berkelanjutan.

"Menurut data dari dua tahun terakhir, serapan pupuk organik di Kabupaten Bojonegoro tertinggi kedua di Indonesia," ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan penyerahan apresiasi kepada sejumlah usaha dagang yang dinilai berprestasi dalam distribusi pupuk.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindagkop UM Bojonegoro Muhammad Ahmadi, perwakilan penyuluh pertanian lapangan (PPL), distributor, serta tamu undangan lainnya. (Nar)