JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Kota Madiun ditunjuk sebagai tuan rumah Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026. Agenda berskala nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei–1 Juni 2026 dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut baik penunjukan tersebut dan menyatakan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Madiun. Menurutnya, pelaksanaan Jambore KTI 2026 akan menjadi momentum untuk membangkitkan potensi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antarkampung tematik.

“Dengan adanya jambore kampung tematik ini akan membangkitkan potensi daerah. Kami tentu berterima kasih karena bertempat di Kota Madiun. Otomatis akan membantu pengembangan daerah,” ujar Bagus Panuntun.

Ia menambahkan, para peserta nantinya akan tinggal sementara dan beraktivitas di kampung-kampung tematik yang ada di Kota Madiun. Kehadiran ribuan peserta diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor UMKM hingga jasa perhotelan dan kuliner.

Bagus juga menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan penyelenggaraan acara tersebut. “Kami Pemkot Madiun mendukung penuh kegiatan ini karena berkaitan dengan SDGs juga,” katanya.

Penunjukan Kota Madiun sebagai tuan rumah dinilai tidak terlepas dari berbagai capaian pembangunan yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah keberhasilan meraih Predikat Terbaik I Nasional pada ajang Sustainable Development Goals Awards tahun 2025.

Audiensi Wakil Gubernur Jatim bersama Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) Kota Madiun 2026 digelar di Surabaya. (ist/kmf).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebelumnya juga menerima audiensi Panitia Nasional Jambore KTI 2026 di Surabaya, Selasa (24/2/2026). Ia menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pelaksanaan jambore tersebut.

Emil menilai kampung tematik sebagai model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi warga. Ia berharap Jambore KTI 2026 dapat menjadi momentum memperluas jejaring antarkomunitas sekaligus melahirkan inovasi berbasis kampung.

Saat ini terdapat 12 kampung tematik yang telah berkembang di Kota Madiun dan menjadi bagian dari penguatan pembangunan berbasis komunitas, di antaranya Kampung Pesona di Kelurahan Madiun Lor, Sport Center Bahtera Kencana di Winongo, Kampung Tematik Pesona Jati di Rejomulyo, Kampung Tematik Bumi Semendung di Klegen, Dewi Rengganis di Manisrejo, Kampung Tematik Pancasoka di Nambangan Lor, Pelataran M’biting di Josenan, Watu Linggo di Manguharjo, Kampung Tematik Kelurahan Kelun, Kampung Tematik Kelurahan Patihan, Kampung Mini Peceland di Kanigoro, serta Kampung Seni Reksogati di Sogaten.

"Melalui jambore ini, kampung-kampung tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia," ujar Emil Dardak. (Adv/jum).